AL-QURAN

AL-QURAN
bukan sekadar bacaan berpahala,..

Nasehatnya...

Nasehatnya...
Mudahan mendapat Keredhaan Ilahi...

ilmu yang dianugerahkan, dan milikNya .

ilmu yang dianugerahkan, dan milikNya .
seumpama setitik air di tengah lautan

Sabtu, 12 Disember 2009

sedikit bicara.. dan rumusan dunia spiritual..emm

Di atas IzinNya dan Rahmatnya...Alhamdulillah syukur kita dengan segala anugerah kurniaanNya...

Panduan utama... Baginda RasulAllah saw telah wafat, di tinggalkan ummatnya dua perkara berupa wasiat dan garis panduan penting agar kita semua tidak tersesat selama-lamanya iaitulah KitabAllah ( Al Quran ) dan Sunnah..

Apakah semudah itu namanya memahami ilmu ma'rifat, haqiqat..??..samada berguru atau tidak..??

Banyak kekeliruan informasi mengenai Allah swt, sehingga mahu belajar Ketuhanan, mahu berjalan menuju Ketuhanan terkesan sulit dan sangat membingungkan dan mengelirukan..

Kesederhanaan Firman-Firman Allah dalam mengungkapkan keberadaan diri-Nya sering di salah tafsirkan, sehingga bertambah jauhlah Dia dari pengertian yang seharusnya...Pada hal kita sedang berada di dekatNya, bahkan sangat dekat..

Di atas IzinNya dan RahmatNya...sentiasa mohon kita pada PertunjukNya dan HidayahNya dari Yang Maha Agung dan Maha Mengetahui...agar kita tidak termasuk di dalam golongan munafik dan musyrik yang mereka (golongan) ini juga berbicara dan menyebut Allah, beribadah kepada Allah dan berzikir mengulang-ngulang kalimat " Allah ", tetapi hanya sampai pangkal tenggorok, menyebut nama Allah, walaupun ia harus mempercayai kekuatan selain Allah.. rujukan ( QS An Nisa : 142 )

Sememangnya wajib kita berguru bila mahu menuntut ilmu, tambah lagi ilmu Ketuhanan, kerohanian, kebatinan dan banyak juga orang mengajar ilmu, namun ia tidak mampu memberi kefahaman, banyak soalan yang tidak terjawab dalam menuju kerohanian, mahu mencari Ketuhanan, sepertinya.. banyak sudah yg mengajar solat dan rukunnya, namun ia masih tidak mampu memberikan kekhusyu'an..malah belum tentu lagi si pengajar itu sendiri bersolat dengan khusyuk..

" Tidak dapat memuat Dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali ' hati ' hamba-Ku yang mukmin lunak dan tenang " ( HR. Abu Dawud )..

Istilah qalb di dalam Al Quran di sebut sebanyak 132 kali..Ia berbolak balik di antara dua jari, Iman tumbuh dan bersemayam di dalam hati..maka dalam genggamanNya lah setiap hati kita...

Tetapi, dalam hati juga terbitnya kemunafikan, kemungkaran mahupun kemaksiatan..banyak Firman Allah swt dan Hadith mengenainya di nyatakan di antaranya " Apakah mereka tidak merenungkan isi Al Quran ? atau adakah hati mereka yang terkunci ? " ( QS. Muhammad : 24 )..dan lagi,

Dunia Tesawuf bukannya dunia sempit mengikut fikiran kita yang dikelompok kecil kadang kala sombong dan riak seperti ciri-ciri munafik dan musyrik..Ingat si Iblis juga menyebut nama Allah namun tidak mematuhi perintah Allah, walaupun ia berkomunikasi dan memohon kekuatan untuk kepentingan nafsunya, serta di kabulkan permintaannya ( QS As Shaad : 71 - 88 )..

Iblis dan juga kuncu-kuncunya juga sdg berkhidmat kpd Allah, tetapi khidmatnya mereka ini hanya untuk satu tujuan iaitu menyesatkan kita umat manusia yang sebaik-baik kejadian tetapi kita punyai satu peluang yang di atas IzinNya dan RahmatNya iaitu " kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka" ( Al Shaad : 83 )

Iblis laknatullah itu mampu meresap ke dlm fikiran, melalui aliran urat saraf dan darah, menembusi ruang dan waktu..mereka tidak pernah jemu menghasut, menyesatkan kita meskipun kita juga tidak pernah putus asa dan tetap berusaha menangkis, melawan tetap melawan, namun gagal dan kecundang jua akhirnya..kesedaran telah di perakui yang makhluk ini bukanlah tandingan kita..makhluk ini juga berpegang pada awal, akhir, dzahir dan batin..tapi lain tujuannya...

Pernahkah kita merenung, memerhati hati kita yg sdg terbaring tidak berdaya..masuk lagi kedalamnya..wah di situ juga ada hembusan iblis dan bisikan syaitan yg sangat-sangat halus, ghaib.. sdg memberi pandangan kononnya nasehat dan jalan menuju kemungkaran, apatah lagi bersekongkol dgn nafsu menuju kehancuran tatkala semasa kita bertaharah, berwuduk, solat, dzikir dll...

Diri kita tetap sedar dan sedar utk melawannya habis-habisan, namun kekuatan yg di anugerahkan Allah swt pada makhluk itu tak dapat kita tandinginya walaupun bergelarnya sebaik-baik kejadian...

Oleh itu maka berserahlah diri pada yg Esa, yg akhir tujuan rasa... jadilah diri itu binasa..

Maka Allah swt jua menjadi Maha Pembimbing bagi diri kita, petunjukNya melebihi segala,..kerana dalam keadaan tidak terdaya itu, kita telah di peringatkan Allah swt dalam FirmanNya.." dan ( juga ) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan ? " ( QS Adz Dzaariyaat : 21 )..

" Siapa ( aku ) " itu yang menjadi permulaan perjalanan mencari dan mengenal Allah swt Dzat wajibal wujud tidak di kerana dgn satu kerana, susulan dari itu banyak persoalan yang timbul dan tidak terjawab ? dan ini banyak terjadi kepada pencinta-pencinta Ketuhanan!

Carilah " aku " yang tidak tidur di kala diri kita tidur, tidak lalai di kala diri kita sdg lalai, " aku " ini jujur dan mengetahui kebohongan hati,.. khusyu', tawadhu', tidak pernah sama sekali berkompromi dgn makhluk iblis, jin dan syaitan..kedudukannya tinggi melewati Iblis, Jin mahupun syaitan, sehingga mereka tidak dapat menembusinya, jauh sekali menggodanya..

Demikian jadilah NURANI..iblis tidak ada disini, kerana nurani adalah utusan yang di tiupkan oleh Ilahi, yang dilindungi oleh sinarNya.Itu sebabnya mengapa Allah BerFirman bahawa Ruh adalah RahsiaNya.. ( QS Al Isra': 85 )..

Dan pada Syeikh, guru, murabbi, ustadz dan Tuan-tuan yg saya hormati,...

Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk makrifat ( mengenal padaNya ), maka jangan menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit, sebab Tuhan tidak membukakan bagimu, melainkan Ia akan memperkenalkan kepadamu.Tidakkah kau ketahui bahawa makrifat itu semata-mata pemberian KurniaNya kepadamu, sedangkan amal perbuatanmu hanya hadiah dpdmu, maka di manakah letaknya perbandingannya antara hadiahmu dgn Kurniaan Allah kepadamu..

Tujuan dari agama yang benar dan ilmu yang benar hanyalah satu tujuan iaitu menuju mendekati Kebenaran yang haq / mutlaq..Ilmu hakikatnya untuk mengetahui dan agama sudah tentu untuk merasainya...

Firman Allah swt " Iaitu orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) ; Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. " ( QS Ali Imran : 191 )..dan yakinlah sepenuh hati...

Allah swt tidak akan menyesatkan hamba-hambanya yang menyerah diri padaNya...jangan terjebak pada sebarang alasan yang mengelirukan..dan iblis di anggap berjaya andainya dapat dan berhasil manupulasikan alasan takut tersesat, sehingga kita lupa yg kita telah dan sdg sesat, bila tidak berdzikir pada Allah.. sila perhatikan pada FirmanNya( Az Zumar : 22 )

Ingatlah wahai sahabat dan saudaraku, Tiang,dinding lantai, bumbung dll. saling bersepadu untuk di jadikan sebuah rumah yang cantik dan selamat..

Manakala dzikir zihar,qalbi, sunyi mahu pun sirr, di atas IzinNya dan RahmatNya, semestinya berdzikirlah ( merasai ) di antara tujuh anggota dzahir dan pancaindera kita barulah bersepadu jadinya..bukan setakat jadi sebuah rumah yang cantik dan selamat, malah pengisian dlm rumah pun sedia ada..InsyAllah.. Allah Hu Allah Hu...carilah " aku "..

dan berkaitan meraga sukma, ia adalah salah satu kalimat istimewa buat pencinta-pencinta alam Kerohanian..( dunia spiritual )

Pada tahapan tertinggi meraga sukma di atas IzinNya dan RahmatNya, kita mampu melihat fenomena- fenomena alam bawah kita, spt intiusi yg di timbulkan oleh halusinasi, pikiran perasaan serta gelombang-gelombang pendek..yg dihembuskan syaitan dan jin, sebab jiwa yg telah melampaui tahapan -tahapan dari ikatan seluruh alam semesta menuju yg bukan alam tetapi Dzat Mutlak ( QS As Shaffaat : 38 )..dan lagi ( QS Al A'raaf : 201 ).

Apa pun bicara saya senada iaitu merupakan dan bersifat penghayatan berpandukan pada dua wasiat tersebut,dan ini adalah pandangan peribadi saya..tidak dapat di nafikan ada juga beberapa jenis tariqat ( pernah di lakukan oleh sesetengah pengamal-pengamal agama tertua dengan fahaman kuno yg kaedahnya menyerupai dan objeknya saja yang berlainan ) yg mewajibkan muridnya untuk mengamalkan wirid-wirid tertentu, uzlah, muraqabah, rabitah dan apa-apa lagi entah..dan ini adalah pandangan peribadi... saya tidak pernah memandang rendah pada orang-orang yang di pilih Allah sesuai dgn jiwanya untuk menuju kepadaNya...

Didalam kaedah yoga, ada juga disebut cakra, moksa dan sebagai mantra Krishna dan mesti diterima dari seorang guru kerohanian yang dapat memberi tunjuk ajar dalam garis panduan dari turun temurun dari sri Krishna sendiri agar mantra itu manjur ( dlm istilah tareqat sebagai guru Mursyid dan memiliki sanad atau silsilah langsung dari Rasul) Hanya dari dan kurnia dari seorang guru kerohanian yg memiliki kualiti spt itu...seseorang dpt bebas dari peredaran dan kelahiran dan juga kematian.. rujukan " sri srimad ac bhaktivedanta swami prabhupada".

Metode yang se akan sama juga yang di gunakan oleh ajaran Taoisme, Buddha dan sehinggakan bukan sedikit orang-orang atheis sekarang ini mampu melakukan latihan konsentrasi kpd benda, titik, pembayangan wajah guru, mantra-mantra khusus yang luar biasa tanpa harus beragamapun..kaedah sama keberangkalian tak serupa...

Alhamdulillah syukur yang di atas limpah kurniaNya Ilmu dari Engkau Ya Allah memberi pengertian iaitu bermulanya dari satu titik lalu mencorakkan huruf dan huruf-huruf itu adalah rumus yang pada asal dan mulanya tidak memiliki erti dan maksudnya apa-apa, sehingga kemudian dengan izinMu tersusun menjadi sebuah kata dan lagi susunan kata di olah menjadi pula sebuah kalimat (Ilmu) dan dari sebuah kalimat itu terkandungnya sebuah pengertian (mesti faham) ...dan seterusnya pengertian itu sebenarnya bukanlah sebuah kalimatpun ( mesti nampak ), dan untuk (merasa) jangan lagi pandang dan tilik pada titik tersebut tapi teruskan pada di sebalik titik itu.. Luasnya dan dalamnya Ilmu di dalam Ilmu dari Allah tidak terhingga..Ya Allah, Ya Allah, Allah, Allah Muhammad RasulAllah.....

seperti FirmanNya " Katakanlah " Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (di tulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Katakanlah "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang di wahyukan kepadaku; " Bahawa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." ( QS Al Kahfi : 109-110 ).

Mereka yang yang berpegang dan menjalani amalan dalam Ilmu Tasawwuf telah dididik dan diajar agar sesuatu perbuatan itu yang dilakukan hanyalah dinisbah kepada mengharap keredhaan Allah semata-mata , tidak yang lain, di dalam apa keadaan , dalam apa jua masa. “ Ya Allah , Engkau yang ku maksud dan hanyalah keredhaanMu yang ku harap ”..

Ilmu di dalam Ilmu dan Ikhlas di dalam Ikhlas..hanya Allah yg Maha Mengetahui..Amin.

untuk di ketahui, bahawa orang yg sampai kepada Allah adalah org yg mampu menangkap Ilham-IlhamNya dan itu tidaklah yg bertentangan sama sekali dgn perintah dalam Al Quran dan Sunnah.. wallahu'alam

0 comments: