AL-QURAN

AL-QURAN
bukan sekadar bacaan berpahala,..

Nasehatnya...

Nasehatnya...
Mudahan mendapat Keredhaan Ilahi...

ilmu yang dianugerahkan, dan milikNya .

ilmu yang dianugerahkan, dan milikNya .
seumpama setitik air di tengah lautan

Selasa, 9 Februari 2010

Tesawuf dan tariqat satu pengenalan dan kepentingan beramal dgnnya..

Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita dengan nikmat kurniaanNya..

Alhamdulillah syukur.. Kebenarannya ..

Di dalam Suhuf Nabi Ibrahim as ada menyebut: " Hendaklah orang yang beraqal yang tidak ditewaskan oleh aqalnya mempunyai beberapa masa; bermunajat dengan Tuhannya, muhasabah dalam dirinya, bertafakkur mengenai keajaiban dengan kejadian Allah swt dan masa di kosongkan bagi menunaikan hajatnya daripada makan dan minum."

Sekiranya kita tidak mengenali Ilmu Tauhid ini, maka sudah tentunya kita tidak akan tahu sampai di mana perjalanan Tesawuf dalam menuju Tareqat, Hakikat seterusnya ma'rifat.

Rentetan inilah, jalan mahupun pejalan kerohanian akan terhalang, terdepedaya, terjebak jika kita tidak mengetahui keadaan Allah secara Ilmu..

Jadi bekalan sewajib dan sebaiknya ialah mempersiapkan Ilmu, berguru, kerana kita akan kecundang di pertengahan mahupun persimpangan jalan.. andainya kita memasuki dunia Ketuhanan bukan secara total..

Haqikatnya..Inilah penggambaran bahwa alam haqikat itu tidak mampu dibatasi oleh ruang dan waktu serta batasan pikiran sempit, kerdilnya maqhluk yg bernama manusia. Kita harus memasukinya bukan berada pada batas ruang dan waktu ~ karena kita akan menjadi kecil dan sempit.

Ma'rifatnya..secara umum fikiran dan perasaan tidak akan mampu menggambarkan ( memberikan persepsi ) atas keadaan haqikat kecuali kita mampu " memfanakan " diri dan alam semesta maka wajah Dzat yang ada . Karena rasa dan fikiran bukanlah sebuah ukuran untuk memberikan perbandingan yang amat luas dan tak terhingga, kasih sayang Allah tidak bisa di uraikan oleh keutuhan rasa manusia.

Selama ini kita hanya mengira atau menyangka ( dzhan ) bahwa kasih sayang dan kehebatan Allah itu mampu kita rasakan gengan IzinNya dan RahmatNya Itu hanyalah anggapan bukan keadaan yang sebenarnya. Karena rasa manusia itu terlalu kecil untuk menggambarkan kenyataan kasih sayang Allah..

Mari kita ambil pendekatan serta pandangan dari sisi ini, dengan dua pertanyaan mudah....

1) Apakah semestinya di dalam ajaran Tesawuf para pencinta keruhanian, penuntut, harus melalui tingkatan ( martabat ) demi untuk mencari dan menuju Ketuhanannya ??.. yang biasa dikenal dengan beberapa ajaran serta amalan-amalan tertentu yg terdapat di sesetengah aliran tariqat, hakikat seterunya ma'rifat..??

2) Kemanakah mahu di bawa setiap ilmu, ajaran serta amalan - amalan tersebut..??

Pada pandangan peribadi saya..,

Istilah tariqat.., tidak pernah dikenal pada masa Baginda Mulia Rasulullah saw, Beliau tidak mengajarkan secara khusus. Namun setiap ajaran serta amalan didalam tasawuf merupakan perkembangan dari ilmu tauhid, menjadi pembahasan yang mengacu kepada dasar yang telah di bawa dan diajarkan oleh Baginda Mulia Rasulullah saw.

Kedudukan ilmu ini sama halnya dengan mempelajari ilmu fiqh, ushul fiqh, filsafat, ilmu dirayah hadith, riwayah hadith, ilmu Al-Qur’an dan ilmu tafsir ( ilmu-ilmu ini tidak pernah diajarkan oleh Baginda Mulia Rasulullah saw secara khusus ).

Maka dengan demikian kita boleh menerima apa yang datang dari gagasan para Imam besar, Ulama' masyhur, guru mursyid, Prof., ataupun sesiapa sahaja yg berilmu selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al hadith ( Sunnahnya ).

Andaikata apabila kita tidak begitu setuju dengan pendapat, pandangan, ajaran mahupun amalan dari mereka yg tersebut, sebaiknya kita jadikan ilmu tersebut sebagai wacana keilmuan Islam yang hebat dan makin berkembang ..seperti FirmanNya " Katakanlah " Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (di tulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Katakanlah "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang di wahyukan kepadaku; " Bahawa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." ( QS Al Kahfi : 109-110 ).

Bukan untuk di adu debat atau yang lainnya, tetapi semata-mata karena kita perlu wacana untuk kebaikan kita berfikir, mengawal perjalanan keruhanian kita lebih baik dan terbaik setelah mengerti Dzat dan arah beragamanya kita, bukan lagi terperuk dalam retorika ilmu tauhid yang tidak ada habisnya.

Maka itu di nasehatkan buat diri saya sendiri dan juga ikhwan muslim sekeliannya, mari kita jalani sampai memasuki hakikat yang sebenarnya, mana yg baik, dan mana yg logik menurut tingkatan pemahaman diri kita sendiri, kita juga disarankan supaya memiliki wawasan ketuhanan yang baik agar kita tidak mudah taqlid kepada sesiapa yang mahu atau cuba menyelewengkan ajaran dan amalan ini.

Begitu juga agar kita tidak mudah menjadi ego menurut satu pendapat sahaja. Setelah kita tahu pendapat orang lain, maka kita akan mengambil kesimpulan bagaimana kita seharusnya bersikap dengan arif, tanpa merendahkan, memandang hina ataupun cuba melecehkan pendapat yang masih belum sampai ketingkat yang lebih baik di antara terbaik.

Kesadaran ketuhanan ini jarang sekali dipahami oleh masyarakat kita dengan baik, karena sudah di salahtafsirkan serta dimanupulasikan dgn alam kredo yg menakutkan, membingungkan, kesesatan dll, bahwa kita tidak boleh langsung kepada Tuhan. Karena Tuhan itu suci, maka harus melalui perantaranya,..Firman Allah SWT " Katakanlah " Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, ( mengharamkan ) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan ( mengharamkan ) mengada-ngadakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui ". ( QS Al A'raaf: 33 ).

Banyak orang hanya dibawa ke alam intelektualnya, bukan kealam spiritualnya, sehingga mustahil ia akan sampai kepada Allah jika hanya sebatas gagasan di dalam fikiran.. ! Tapi bagi Allah tiada mustahilnya.. di atas IzinNya dan RahmatNya...

Firman Allah SWT " Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya.( QS Al Insyiqaaq : 6 ) .

Tersurat sudah janjiNya, tersirat pula keyakinan dan usahanya diri kita..tersembunyi Pertunjuk dan hidayahNya..

Insya Allah, Allah akan merahmati kita selama kita tetap berusaha sungguh-sungguh mencari yang lebih baik..

Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita dengan segala ciptaan kurniaanNya..

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Membaca dan menulis adalah kunci ilmu pengetahuan...tiada batasan buat yg berilmu ataupun orang awam, hari ini kita sering diserang habis-habisan akibat dari pemikiran umat kita juga, sehinggakan kretiviti dan inovasi pemikiran dan kajian di sentak teruk tanpa mengikuti terlebih dahulu fakta serta kebenarannya dengan alasan takut, bida'ah atau sesat...

Seperti kata arwah Pak Hamka " Ingat takut dan dukacita mahupun putus asa menjadi penghalang besar buat kemajuan hidup kita.." .

..Keyakinan seseorang itu akan mudah terlepas dan selalu dalam keraguan, kelonggaran apabila kebanyakkan kita hari ini seolah-olah dipaksa utk terus percaya terhadap sesuatu amalan, mahupun ajaran serta keyakinan, tanpa pernah memahami mengapa kita harus meyakininya...??

Tidak pernah terlintas lansung, malah bersyukur dan berterima kasih pada perintis ataupun pendahulu kita yang telah banyak berkorban meredah jalan suci, mengungkapkan keagungan dan keunikan serta kebenaran Islam mentauhidkan Allah swt...berbanding dgn keadaan kita hari ini, saat ini ??

Imam Ghazali dalam menamakan pengertian ini sebagai pengertian " awwali ". Dari mana pengertian-pengertian tersebut di perolehi, sebagaimana ucapan beliau " Fikiran menjadi sehat dan berkeseimbangan kembali dgn aman serta yakin dapat menerima kembali segala pengertian-pengertian awwali dari aqal itu. Semua itu terjadi tidak dengan mengatur alasan atau menyusun keterangan, melainkan dengan Nur ( cahaya ) yang di pancarkan Allah swt ke dalam batin dari Ilmu ma'rifat " ( dalam buku Pembebasan dari kesesatan, halaman 10)..

Bukan soal mahu menempuh jalan lain Tuan..tidak egokah kita andai mempertikaikan pada orang-orang yang di pilih Allah sesuai dgn jiwanya untuk menuju kepadaNya...

Banyak orang mengajar ilmu kpd muridnya, namun ia tidak mampu memberikan kefahaman, begitu juga banyaknya majlis pembersihan jiwa, namun ia tidak mampu membersihkan jwanya..??

Harapan begitu tinggi dan mendalam terhadap keinginan sebenarnya agar risalah dan khazanah keIslaman dijalankan, disebar dan disambungkan melalui gerakan jiwa yg luas dan bersih. Di atas IzinNya dan RahmatNya, Keinginan ini akan tercapai dgn menyedari akan nilai spiritual yang tinggi, sebab kesedaran adalah modal yg terbaik untuk mencapai sesuatu, bukan dgn emosi dan cemuhan terhadap pandangan serta pendapat mahupun karya org lain, lalu memusuhinya tanpa jelas perkaranya. Begitu juga hanya dgn berdzikir kpd Allah hati menjadi tenang..sehingga melahirkan pendapat dan pandangan yg bermanfaat serta berperilaku mulia..

" Epistimology " Ibnu Taimiyah tidak mengizinkan terlalu banyak intelektualisasi, termasuk interpretasi...beliau menegaskan bahawa pangkal iman dan ilmu ialah ingat ( dzikir ) kpd Allah, Ingat kpa Allah memberi Iman dan ia adalah pangkal iman pangkal ilmu.( dlm Minhaj Al-Sunnah, jilid 4, halaman 237 )..

Kita tidak boleh mengubah, dan jangan sama sekali cuba membuat syariat baru, baik dari segi akidah mahupun dari fikih masyur yg empat ( mazahibul arba'ah, madzhab Imam Maliki, Hambali, Hanafi, dan Syafi'ie, akan tetapi jestru kita di ajak berjalan dan cuba memasuki lebih dalam sampai ke lubuk hati , tanpa merubah syariat yang telah sedia ada, Dzikir dan solat yg sudah di nash kan oleh Allah swt itulah yg kita ikuti..

Mari kita renung firmanNya " ..Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal soleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.." Al Kahfi : 110.

Di dalam Al Hikam, salah satu kitab yg sangat mantap ajaran Tauhidnya..Didalamnya tertulis pendapat Al Junaid mengenai ajaran Tesawuf ;

- Mengenal Allah, sehingga antaramu dgn Allah tidak ada perantara ( hubungan dengan Allah tanpa perantara )..

- Melakukan semua akhlaq yg baik menurut sunnaturrasul danmeninggalkan semua akhlaq rendah..

- Melepaskan hawa nafsu menurut kehendak Allah..

- Merasa tiada memiliki apa pun, juga tidak dimiliki oleh sesiapaun kecuali Allah..

Adapun menfaatnya: mendidik hati sehingga mengenal akan Dzat Allah, sehingga berbuah kelapangan dada, bersih hati dan berbudi pekerti yg luhur dlm menghadapi semua makhluq...

Agama sebagai kekuatan ruhani sudah hampir kabur sinarnya, kerena kebanyakkan pembawanya lebih banyak suka mengumpul data dan berkata dari pada berbuat...

Para Rasul, Nabi, di perintahkan utk mengajak umat buat kembali kpd Allah, berdekatan dgnnya, serta di perintah untuk bersikap " Ihsan ".. dan " Iyyaka na'budu wa iyya kanasta'iin "..kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami memohon pertolongan ( tuntunan ).

Wahai ikhwan muslimin, keluarlah kamu dari diri kamu, dari rumahmu, pandanglah semesta alam, kamu akan tahu siapa itu Allah..Dialah Tuhan semesta alam..Rabbul 'alamin, Di atas IzinNya dan RahmatNya, engkau akan melihat fitrah Allah yg harus di patuhi..Itulah agama Allah yg lurus.

mari kita merenung akan FirmanNya " Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya, dan berjihadlah pada jalanNya supaya kamu mendapatkan keberuntungan " ( Al Maidah : 35 )..

mudahan pengertian perjalanan keruhanian menuju lautan cinta dan kasih sayang Allah, yg di paparkan semua kita di sini dapat menyatukan walaupun berbeza tetapi dalam satu kesamaan ( Tauhid )..Kaannahum bunyanun marshush.

Mudah-mudahan Allah memberi petunjuk serta hidayahNya kepada kita semua.." Iyyaka na'budu wa iyya kanasta'iin "..

Amin..wallahu'alam.

0 comments: