Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita dengan segala Nikmat serta RahmatNya..
Mari kita buka surah An Nur 35, yang artinya :
Allah ( pemberi) cahaya ( kepada ) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tidak tumbuh di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya) yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api. Cahaya diatas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
Professor Ali Ash Shabuni, mufassir terkemuka masa kini memberikan penjelasan mengenai arti ayat diatas dalam kitab tafsir Shofwatut Attafaasir halaman 240, sebagai berikut ;
Allah cahaya bagi langit dan bumi, yaitu Allah sebagai munawwir ( yang menerangi ) langit dan bumi. Allah menerangi langit dengan bintang-bintang yang terang dan menerangi manusia di bumi dengan syariat dan hukum-hukum. Oleh sebab itu di turunkanlah utusan-utusan (rasul-rasul) yang mulia. Arti Cahaya ( Nur) disini adalah ciptaan Allah berupa bintang-bintang atau matahari, sedangkan Cahaya (Nur) bagi penduduk bumi berupa hukum-hukum atau syariat. Dan diturunkan rasul-rasul sebagai Nur yang memberikan pencerahan dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang …minadhz dhzulumati ilan nuur (Al Baqarah ayat 257 ).
Pada tafsir ini disimpulkan bahwa cahaya itu ciptaan Allah bukan Allah itu sendiri. Jika demikian arti cahaya sebagai diluar Tuhan (ciptaan) maka kita telah syirik apabila menghadap kepada ciptaanNya.
Mari kita lanjutkan dengan pendapat yang lain :
Telah berkata Ath Thabari : Allah sebagai Pemberi petunjuk ( Al Hadi ) bagi penduduk langit dan bumi dengan cahayanya menuju kebenaran ( Al Haq ) dan memberikan tuntunan ( isymat ) untuk keluar dari perbuatan yang tercela.
Allah yang menuntun penduduk langit dan bumi dengan berbagai macam cara, berupa ilham, isymat ( tuntunan secara langsung ), sehingga orang keluar dari perbuatan yang tercela menjadi kebaikan. Hal ini terjadi kepada Nabi Yusuf Alaihissalam : Sungguh wanita itu telah bermaksud ( melakukan perbuatan itu ) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud ( melakukan pula) dengan wanita itu, andai kata tidak melihat tanda ( Burhan/ cahaya/ pencerahan ) dari Tuhannya. Demikianlah agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang berserah diri ( Yusuf :24 )
Allah memberikan pencerahan ( burhan ) kepada nabi Yusuf berupa bimbingan dan tuntunan (‘Isymat) agar selamat dari perbuatan yang tercela. Dengan demikian nabi Yusuf telah mendapakan Nur Allah, artinya Yusuf telah mendapatkan ilham dari Allah .
Kemudian pendapat Syekh Al Qurthuby : Kata Cahaya ( An Nur) bagi orang-orang Arab, sering digunakan sebagai majaz ( perumpamaan ) untuk memberikan makna kepada sesuatu kata yang sulit di ungkapkan, sehingga mereka cukup berkata itu "Nur".
Kata-kata majaz ini sebenarnya tidak perlu kita fahami sebagai arti yang sebenarnya , sebab kita akan menjadi bingung sendiri.
Seperti ungkapan seorang penyair : Engkau bagiku adalah Nur, artinya sebagai penolong dan penuntun.. ada juga orang yang berkata : Si fulan itu cahaya (Nur) bagi Negerinya , sebagai matahari dan bulan.
Bagi orang-orang Arab lumrah saja mengatakan bahwa Allah adalah Nur bagi alam semesta. Disebut demikian karena adanya alam ini berasal dari Allah, bergantung kepadanya, dan yang mengatur segala urusannya dengan ketetapan kudrat-Nya. Maka Allah disebut Nur alam semesta.
Kita tidak perlu mengkotak-katik kata majaz ini sebab kita akan tersesat sendiri, seperti pada kalimat "saya mahu pergi ke rumah sakit". Kalau kita tidak mengerti kata majaz, kita akan menjadi pening karena tidak akan menemukan rumah yang menderita sakit. Atau ada kalimat "nyiur melambai-lambai", kita cukup mengerti apa yang dimaksudkan tanpa harus mengatakan nyiur takkan melambai-lambai ??, memangnya bukan bertangan pun ??
Pada masa Nabi, hal itu tidak pernah ditanyakan artinya, karena para sahabat sudah faham maksudnya dan kalimat (majaz /perumpamaan) itu sudah terbiasa di gunakan untuk menjelaskan sesuatu yang sulit dimaknai dengan baik. Seperti pada kalimat "Allah menciptakan langit dan bumi dengan kedua tangannya.", kita tidak perlu membayangkan tangan Allah seperti apa .??
Berkata Ibnu Athaillah : beliau menafsirkan Nur yaitu " keadaan segala sesuatu pada dasarnya adalah kegelapan ( ketiadaan ), kemudian Allah menerangi dengan Nur-Nya sehingga menjadi tampak / terwujud atau menjadi ada. Kalaulah tidak ada wujud Allah maka tidak akan ada wujud segala sesuatu ini. Sebagaimana hadist Rasulullah Saw : Allahumma lakal hamdu anta nurussamawaati wal ardh waman fihinna ~ Ya Allah, Engkau adalah cahaya bagi langit dan bumi beserta isinya )… Pada dasarnya segala sesuatu itu tidak ada, yang ada hanyalah Allah. kemudian semua menjadi ada, disebabkan adanya Allah. maka Allah disebut Cahaya ( Nur ), karena yang memulakan ada.
Berkata Ibnu mas’uud : laisa ‘inda rabbikum lailun wa nahaarun. yang dimaksudkan adalah wujud Allah yang tidak terpengaruh oleh waktu malam ataupun siang, sebab Dzat Allah tidak terikat oleh segala sesuatu, akan tetapi segala sesuatu terikat atau bersandar kepada Dzatullah. Secara tegas beliau mengartikan nurussamawati wal ardh itu adalah Dzatullah.
Berkata Ibnu Qayyim : Allah swt menamakan dirinya Nur. Dan Allah juga menamakan kitabnya Nur, rasul-rasul-Nya sebagai Nur, menghijabi dirinya dan makhluknya dengan Nur.
Dengan demikian telah sepakat para mufassir untuk mengartikan Allah Nurussamawati wal Ardh sebagai Al hadi; yang memberikan hidayah, yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya.
Dalam hal ini tidak ada pertentangan antara Ibnu Mas’ud, Ibnu Qayyim dan yang lainnya. Mereka sepakat,sebab kalau cahaya dengan arti yang sebenarnya maka kita telah menyembah bukan Dzat-Nya tetapi ciptaan-Nya sehingga kita termasuk orang yang berbuat syirik. Sama halnya apabila kita menyembah matahari, karena matahari juga disebut Nur, kitab-kitab disebut Nur, ilmu juga disebut nur, hidayah berarti nur, si fulan juga nur bagi negaranya, Muhammad juga nur dst. Akan tetapi yang dibahas pada ayat diatas adalah Allah sebagai Nur, nurun ‘ala nurin. Dia cahaya diatas cahaya .
Untuk lebih jelasnya kita lanjutkan bagaimanakah kenyataan Nur yang dimaksudkan oleh tafsir berikutnya : ( matsalu nuurihi ) perumpamaan cahaya Allah dalam hati orang-orang mukmin bagaikan sebuah misykat ( kamisykatin fiha misbahun / cerukan pada dinding yang didalamnya terdapat pelita, yaitu cahaya yang terhimpun di dalam misykat yang mengakibatkan cahaya itu bersinar amat terang sekali .
Di dalam kitab Tasyhil dijelaskan : Bahwa makna sifat Nur Allah sulit digambarkan oleh pikiran manusia, maka dibuatlah perumpamaan seperti sifatnya misykat yang didalamnya ada pelita yang terang benderang karena sinarnya terhimpun disitu. Misykat itu ibarat hati orang mukmin, sedangkan hidayah itu adalah Nur Allah yang menuntun hati orang mukmin menuju jalan yang haq.
Dengan Nur itulah Allah akan membimbing menjadi ‘khusyu’, bertakwa, bergetar hatinya dikala disebut nama Allah, dan menenangkan hati, serta melapangkannya. Nur Allah itu bukan berwarna kuning, biru, atau yang putih berkilauan, sebab itu masih berupa apa yang bisa kita bayangkan. Sedangkan Nur Allah bukan berupa huruf, bukan suara, bukan wujud materi.
Seperti disebutkan didalam kitab Masyariq, bahwa Nur, ilham, wahyu, ialah sesuatu yang diberitahukan dalam keadaan tersembunyi dan cepat. Dikehendaki dengan cepat ialah dituangkan sesuatu pengetahuan-pengetahuan kedalam jiwa sekaligus dengan tidak lebih dahulu timbul pikiran dan muqaddimat-muqaddimatnya.
Itulah yang dimaksudkan Allah memberikan tuntunan dengan Nur-Nya. Nur di sini berarti ilham atau wahyu , intuisi, naluri. ( Almishbahu fii zujaajah), pelita itu terbuat dari kaca yang bening, seakan-akan bintang-bintang seperti mutiara, yang minyaknya berasal dari pohon zaitun yang di berkati. Dan mengandungi manfaat yang sangat banyak.
Laasyarqiyya wa la gharbiyyah ~ tidak tumbuh ditimur dan tidak juga di barat. Ayat ini menggambarkan bahwa Nur itu tidak bisa digambarkan sehingga tidak bisa dikatakan berada dimana dan bagaimana. Tidak barat juga tidak timur berarti tidak ada batas ruang waktu, tidak ada tempat..
Diibaratkan berada di ruang yang tidak ada apa-apa, misalnya berada di padang pasir yang luas, tidak ada gunung, tidak ada pohon, tidak ada goa, atau seperti kalau kita berada diruang angkasa, kita berada di luar pengaruh siang dan malam, tidak dibatasi oleh bumi dan planet lainnya maka kita akan berada di wilayah yang tidak ada barat, timur, atas, bawah, utara, selatan, tidak ada kemarin tidak ada akan datang , tidak ada hari isnin, selasa , bulan, januari, februari dll, yang ada kekinian atau keabadian .
Inilah penggambaran bahwa alam hakikat itu tidak di bisa dibatasi oleh ruang dan waktu serta batasan pikiran sempit manusia. Kita harus memasukinya bukan berada pada batas ruang dan waktu ~ karena kita akan menjadi kecil dan sempit.
Sebab pikiran dan perasaan tidak akan mampu menggambarkan (memberikan persepsi) atas keadaan hakikat kecuali kita mampu "memfanakan" diri dan alam semesta maka wajah Dzat yang ada . Karena rasa dan pikiran bukanlah sebuah ukuran untuk memberikan perbandingan yang amat luas dan tak terhingga, kasih sayang Allah tidak bisa di uraikan oleh keutuhan rasa manusia.
Selama ini kita hanya mengira atau menyangka (dzhan) bahwa kasih sayang dan kehebatan Allah itu bisa kita rasakan. Itu hanyalah anggapan bukan keadaan yang sebenarnya. Karena rasa manusia itu terlalu kecil untuk bisa menggambarkan kenyataan kasih sayang Allah.
Maka benarlah kita ini ternyata hanya bisa mengira dengan dzhan kita …inna dzhanni abdi …Aku menurut persangkaan hamba-hamba-Ku …..
... yukadu zaituha yudhi-u walaulam tamsashu naarun ~ yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api (kalimat ini merupakan mubalaghah, didalam mensifati minyak yang sangat bersih dan bening apalagi kalau disentuh api)
Nurun ‘ala Nurin ~ Allah adalah Cahaya diatas cahaya .
Sesungguhnya telah terhimpun cahaya dan penutup lampu yang indah, minyak yang bersih maka sempurnalah cahaya yang diperumpamakan dengannya. Maka Allah-lah yang berada diatas segala cahaya, karena Dialah yang menggerakkan cahaya (ilham) kepada siapa saja yang dikehendaki .
Kesimpulan dari tafsir diatas dengan mempertimbangkan beberapa pendapat ulama masyhur seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu Athoillah, Ibnu Qayyim dan kitab-kitab yang terkenal keshahihannya adalah bahwa kata "NUR" merupakan kata majazi yang bisa digunakan untuk penyebutan apa saja yang memiliki kelebihan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Seperti matahari merupakan Nur bagi langit, si fulan adalah Nur bagi negerinya karena ia adalah anak yang telah membawa nama harum bangsanya serta pengabdiannya yang tidak ternilai.
Rasulullah adalah Nur bagi ummat yang keadaannya sangat jahiliyyah, sehingga Syekh Al barzanji menulis syair untuk beliau " anta syamsu anta badru anta nurun fauqa nurin, engkau adalah matahari, engkau adalah bulan dan engkau adalah cahaya yang terang diatas segala cahaya.
Alqur’an juga di sebut An Nur, karena merupakan firman Allah yang memberikan jalan kebenaran dan tuntunan hidup bagi manusia.
Ilham merupakan Nur dari Allah, disebut Nur karena merupakan pencerah hati dari yang gelap dan buta menjadi faham dengan ilmu pengetahuan.
Gambaran ayat diatas adalah menerangkan keadaan hati orang mukmin yang terang setelah mendapatkan pencerahan dari Allah berupa ilham atau hidayah. Cahaya yang dimaksudkan bukanlah Dzat Allah akan tetapi ilham/ hidayah. Dan Allah menggelari dirinya sebagai Nur diatas Nur (Nurun ‘ala Nurin), yaitu Cahaya Yang menggerakkan Cahaya, yang menciptakan cahaya (bintang-bintang), menurunkan cahaya-cahaya yang menerangi ummat (rasul-rasul), memancarkan cahaya berupa ilham atau intuisi yang menerangi kebodohan (Al ilmu nurun / ilmu itu cahaya), cahaya-cahaya tersebut bukanlah Dzat Tuhan, dan barang siapa menyembah kepada cahaya-cahaya tersebut berarti telah terjebak kepada cahaya yang diciptakan Tuhan.
Kita disuruh mencari sumber cahaya yaitu Nurun ‘Ala Nurin, Cahaya diatas Cahaya.
Ada dua Nur yang di uraikan diatas :
Pertama
adalah Nur yang bersemayam dihati orang mukmin. Seperti yang telah digambarkan sebagai misykat yang didalamnya terdapat pelita yang terang dengan minyak yang berasal dari pohon zaitun yang diberkati. Maka Nur tersebut berarti ilham yang masuk kedalam jiwa yang dikendaki oleh Allah (pencerahan), melalui ilham itu manusia dapat mengikuti tuntunan atau petunjuk Allah kepada Yang Haq .
Yang kedua,
Nurun ‘ala Nurin. yang dimaksud Nur disini adalah Dzat Allah. seperti yang telah diuraikan oleh Ibnu Mas’ud, Ibnu Qayyim. Karena Allah menamakan dirinya juga Nur, artinya yang mengadakan dan yang menggerakkan cahaya-cahaya, yang menurunkan Nur( ilham ) kedalam hati orang mukmin. Maka Allah disebut Nurun ‘ala nurin…cahaya diatas cahaya, yaitu cahaya yang menguasai seluruh cahaya. Dengan demikian Nur yang dimaksudkan adalah Dzat Allah yang tidak bisa diserupakan dengan makhluknya. Kepada Dzat inilah kita kembali dan bersujud, bukan kepada Nur yang diciptakan.
Katakanlah : Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa . barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukannya ( Al Kahfi: 110 )
Ayat ini merupakan peringatan bagi orang yang mencari Tuhannya untuk bermakrifat kepada Allah bukan kepada selain Allah, sebab banyak orang terjebak kepada logika yang keliru ketika ia berpendapat bahwa: kita tidak bisa membayangkan wajah Allah, lalu dengan sangat disesalkan ia mengatakan: kita cukup menuju kepada Nur-nya saja .
Ketidakbisaan kita untuk berkomunikasi kepada Dzat yang tidak bisa diserupakan dengan makhluknya bukan lantas kita harus mengatakan, "kalau begitu kita cukup menyembah kepada Nurnya saja, sedangkan Nur itu bukan Allah dan justru Allah secara tegas mengatakan diri-Nya juga disebut Nur diatas Nur. Artinya yang mengadakan Nur yang menyebabkan adanya Nur. Berarti nur-nur itu berada dibawah Allah atau bersandar kepada Allah. Dengan demikian kita tidak mungkin bersujud dan berkonsentrasi kepada yang bersandar (makhluk), sama halnya "sifat" yang bergantung dengan Dzat, maka sifat bukanlah Dzat itu sendiri.
Dialah yang memberikan taufik untuk mengikuti Nur-Nya yaitu Alqur’an. Dialah yang menyinari langit dan bumi dengan bintang-bintang (Nur) Dialah yang memberikan pengetahuan (Al ilmu nurun / ilmu adalah cahaya), Allah mengutus Rasulullah sebagai Nur untuk mengeluarkan masyarakat jahiliyyah (kegelapan) menuju Nur.
Sesungguhnya AKU ini bernama Allah, tidak ada Tuhan selain AKU, maka sembahlah AKU dan dirikanlah shalat untuk mengingat AKU . (QS Thaha:14 )
Ayat ini merupakan kalimat yang harus dijadikan pegangan di dalam beribadat dan mengingat Allah seperti shalat ataupun berdzikir. Yaitu sembahlah AKU-nya dan AKU (Dzat) mengenalkan dirinya bernama ALLAH.
AKU inilah yang tidak laki-laki tidak perempuan dan tidak bisa di serupakan dengan makhluknya. Kepada AKU atau Dzatnya kita diperintahkan untuk menyembah dan bergantung, bukan kepada Nur-Nya.
Setelah kita mengambil perbandingan dari para ulama yang masyhur, maka kita bisa mengerti, ternyata tidaklah mudah kita memberikan penafsiran mengenai Al Qur’an yang mengandung banyak kalimat-kalimat majaz dan mutasyabihat. Untuk itu kita semestinya belajar terbuka agar bisa menerima masukan yang baik untuk dijadikan acuan kita berfikir. Dan tidak mudah menutup diri dari pendapat orang lain.
Barang kali kitanya yang kurang mampu mencerna kalimat yang sulit atau kurangnya informasi mengenai ilmu yang lainnya, sehingga kita tidak bisa memberikan gambaran yang tepat atau paling tidak mendekati tepat.
Demikianlah uraian saya mengenai Tafsir QS An Nur, mudah-mudahan kita mampu mengambil hikmahnya. Kalau kita masih belum puas dengan satu tafsir, insya Allah saya bersedia menterjemahkan tafsir-tafsir lainnya seperti pada tafsir Jalalain, Al Maraghi, Fi Dzhilalil Qur’an, Al Munir, Tafsir Ibnu Abbas dll. Kitab-kitab tersebut merupakan acuan yang mampu diterima oleh seluruh kalangan. Insya Allah
Wassalamualaikum Wr, Wb, dari bapak Abu..
AL-QURAN
bukan sekadar bacaan berpahala,..
Nasehatnya...
Mudahan mendapat Keredhaan Ilahi...
About Me
Isnin, 25 Januari 2010
Sedikit terjemahan serta tafsiran Surah ( An Nur : 35 )
di karang oleh intizhar at 7:49 PTG 0 comments
Sabtu, 19 Disember 2009
termasuk dlm erti dari Perkhabaran Ilahi
Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita dengan segala kurniaanNya..
Pujian hanya bagi Allah Dzat Yang Maha Mengetahui segala-galaNya..
ا رَسُولَ اللَّهِ رأيت في الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِي قُطِعَ قال فَضَحِكَ النبي وقال إذا لَعِبَ الشَّيْطَانُ بِأَحَدِكُمْ في مَنَامِهِ فلا يُحَدِّثْ بِهِ الناس
Ertinya : "Wahai Rasulullah aku telah nampak dalam mimpiku seolah-olah kepalaku dipenggal. Maka Nabi SAW tertawa mendengarnya lalu berkata : Apabila Syaitan mempermainkan seseorang darimu ( dengan mimpi-mimpi begini) dalam tidurmu, maka janganlah kamu menceritakannya kepada orang lain" ( Riwayat Al-Bukhari)
Baginda RasulAllah saw pernah juga menyebut :
الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ من اللَّهِ وَالْحُلْمُ من الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأَى شيئا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفِثْ عن شِمَالِهِ ثَلَاثًا وَلْيَتَعَوَّذْ من الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا لَا تَضُرُّهُ
Ertinya : Mimpi yang baik ( dari orang soleh) adalah dari Allah SWT dan mimpi (buruk) adalah dari Syaitan, barangsiapa yang telah melihat sesuatu (mimpi) yang tidak disukainya, hendaklah ia meniup ke kirinya 3 kali dan beristi'azah (meminta perlindungan dari gangguan syaitan), kemudian mimpi itu tidak akan memudaratkannya" ( Riwayat Al-Bukhari,)
Banyak sudah peristiwa mimpi terjadi hatta dari zaman dahulu hingga ke saat ini..contohnya mimpi ( perkhabaran Ilahi ) pada para-para Rasul dan NabiNya seperti Yusof, Ibrahim dan Baginda RasulAllah saw sendiri tatkala Beliau sedang mengerjakan tahannuts ( berkhalwat ) di Gua Hira, kekadang Beliau bermimipi, mimpi yang benar ( Arru' yaa ashaadiqah ).. Firman Allah swt " Dan Dia dapati kamu dalam kebingungan, lalu Dia di beri hidayah ( kenabian )." ( QS Adh Dhuha : 7 )..
Manusia tidak ada kemampuan untuk menciptakan mahupun mereka-reka keadaan dan situasi mimpi, cuma menerima mimpi sahaja.. ada yang benar, ada yang tidak..
Mimpi -mimpi ini di kategorikan dalam Ilmu sebagai Perkhabaran Ilahi jadinya..walau bagaimanapun pada yang telah mendapat anugerah ataupun bertuah menerima mimpi seperti bertemu langsung dengan Junjungan Besar Baginda RasulAllah saw..adalah lebih baik merujuk kepada yang lebih berilmu mengenainya...
pada pandangan peribadi saya mengenai apa jenis mimpi sekali pun, ianya tidak boleh di jadikan sebagai hujah....
Banyak manusia yang mudah tergelincir dari ujian, mahupun perkhabaran dari Ilahi, tambah lagi soal aqidah dan agama, mungkin terjerumus ke dlm lingkaran dan lembah syahwat lagi dgn keinginannya sehingga hanyut dlm kesesatan...
Firman Allah swt " Dan di antara manusia ada yang berkata: " Kami beriman kepada Allah ", Tetapi apabila mendapat gangguan dan rintangan dalam melaksanakan perintah Allah, dia menganggap ganguan ( fitnah ) itu seakan-akan siksaan dari Allah. Dan jika datang pertolongan dari Allah, mereka pasti berkata: Sesungguhnya kami beserta kalian ( kaum Mukmin )". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada manusia ? Dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang munafik". ( QS Al Ankabut : 10 - 11 )...wallahu a'lam..
di karang oleh intizhar at 10:11 PG 0 comments
Sabtu, 12 Disember 2009
sedikit bicara.. dan rumusan dunia spiritual..emm
Di atas IzinNya dan Rahmatnya...Alhamdulillah syukur kita dengan segala anugerah kurniaanNya...
Panduan utama... Baginda RasulAllah saw telah wafat, di tinggalkan ummatnya dua perkara berupa wasiat dan garis panduan penting agar kita semua tidak tersesat selama-lamanya iaitulah KitabAllah ( Al Quran ) dan Sunnah..
Apakah semudah itu namanya memahami ilmu ma'rifat, haqiqat..??..samada berguru atau tidak..??
Banyak kekeliruan informasi mengenai Allah swt, sehingga mahu belajar Ketuhanan, mahu berjalan menuju Ketuhanan terkesan sulit dan sangat membingungkan dan mengelirukan..
Kesederhanaan Firman-Firman Allah dalam mengungkapkan keberadaan diri-Nya sering di salah tafsirkan, sehingga bertambah jauhlah Dia dari pengertian yang seharusnya...Pada hal kita sedang berada di dekatNya, bahkan sangat dekat..
Di atas IzinNya dan RahmatNya...sentiasa mohon kita pada PertunjukNya dan HidayahNya dari Yang Maha Agung dan Maha Mengetahui...agar kita tidak termasuk di dalam golongan munafik dan musyrik yang mereka (golongan) ini juga berbicara dan menyebut Allah, beribadah kepada Allah dan berzikir mengulang-ngulang kalimat " Allah ", tetapi hanya sampai pangkal tenggorok, menyebut nama Allah, walaupun ia harus mempercayai kekuatan selain Allah.. rujukan ( QS An Nisa : 142 )
Sememangnya wajib kita berguru bila mahu menuntut ilmu, tambah lagi ilmu Ketuhanan, kerohanian, kebatinan dan banyak juga orang mengajar ilmu, namun ia tidak mampu memberi kefahaman, banyak soalan yang tidak terjawab dalam menuju kerohanian, mahu mencari Ketuhanan, sepertinya.. banyak sudah yg mengajar solat dan rukunnya, namun ia masih tidak mampu memberikan kekhusyu'an..malah belum tentu lagi si pengajar itu sendiri bersolat dengan khusyuk..
" Tidak dapat memuat Dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali ' hati ' hamba-Ku yang mukmin lunak dan tenang " ( HR. Abu Dawud )..
Istilah qalb di dalam Al Quran di sebut sebanyak 132 kali..Ia berbolak balik di antara dua jari, Iman tumbuh dan bersemayam di dalam hati..maka dalam genggamanNya lah setiap hati kita...
Tetapi, dalam hati juga terbitnya kemunafikan, kemungkaran mahupun kemaksiatan..banyak Firman Allah swt dan Hadith mengenainya di nyatakan di antaranya " Apakah mereka tidak merenungkan isi Al Quran ? atau adakah hati mereka yang terkunci ? " ( QS. Muhammad : 24 )..dan lagi,
Dunia Tesawuf bukannya dunia sempit mengikut fikiran kita yang dikelompok kecil kadang kala sombong dan riak seperti ciri-ciri munafik dan musyrik..Ingat si Iblis juga menyebut nama Allah namun tidak mematuhi perintah Allah, walaupun ia berkomunikasi dan memohon kekuatan untuk kepentingan nafsunya, serta di kabulkan permintaannya ( QS As Shaad : 71 - 88 )..
Iblis dan juga kuncu-kuncunya juga sdg berkhidmat kpd Allah, tetapi khidmatnya mereka ini hanya untuk satu tujuan iaitu menyesatkan kita umat manusia yang sebaik-baik kejadian tetapi kita punyai satu peluang yang di atas IzinNya dan RahmatNya iaitu " kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka" ( Al Shaad : 83 )
Iblis laknatullah itu mampu meresap ke dlm fikiran, melalui aliran urat saraf dan darah, menembusi ruang dan waktu..mereka tidak pernah jemu menghasut, menyesatkan kita meskipun kita juga tidak pernah putus asa dan tetap berusaha menangkis, melawan tetap melawan, namun gagal dan kecundang jua akhirnya..kesedaran telah di perakui yang makhluk ini bukanlah tandingan kita..makhluk ini juga berpegang pada awal, akhir, dzahir dan batin..tapi lain tujuannya...
Pernahkah kita merenung, memerhati hati kita yg sdg terbaring tidak berdaya..masuk lagi kedalamnya..wah di situ juga ada hembusan iblis dan bisikan syaitan yg sangat-sangat halus, ghaib.. sdg memberi pandangan kononnya nasehat dan jalan menuju kemungkaran, apatah lagi bersekongkol dgn nafsu menuju kehancuran tatkala semasa kita bertaharah, berwuduk, solat, dzikir dll...
Diri kita tetap sedar dan sedar utk melawannya habis-habisan, namun kekuatan yg di anugerahkan Allah swt pada makhluk itu tak dapat kita tandinginya walaupun bergelarnya sebaik-baik kejadian...
Oleh itu maka berserahlah diri pada yg Esa, yg akhir tujuan rasa... jadilah diri itu binasa..
Maka Allah swt jua menjadi Maha Pembimbing bagi diri kita, petunjukNya melebihi segala,..kerana dalam keadaan tidak terdaya itu, kita telah di peringatkan Allah swt dalam FirmanNya.." dan ( juga ) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan ? " ( QS Adz Dzaariyaat : 21 )..
" Siapa ( aku ) " itu yang menjadi permulaan perjalanan mencari dan mengenal Allah swt Dzat wajibal wujud tidak di kerana dgn satu kerana, susulan dari itu banyak persoalan yang timbul dan tidak terjawab ? dan ini banyak terjadi kepada pencinta-pencinta Ketuhanan!
Carilah " aku " yang tidak tidur di kala diri kita tidur, tidak lalai di kala diri kita sdg lalai, " aku " ini jujur dan mengetahui kebohongan hati,.. khusyu', tawadhu', tidak pernah sama sekali berkompromi dgn makhluk iblis, jin dan syaitan..kedudukannya tinggi melewati Iblis, Jin mahupun syaitan, sehingga mereka tidak dapat menembusinya, jauh sekali menggodanya..
Demikian jadilah NURANI..iblis tidak ada disini, kerana nurani adalah utusan yang di tiupkan oleh Ilahi, yang dilindungi oleh sinarNya.Itu sebabnya mengapa Allah BerFirman bahawa Ruh adalah RahsiaNya.. ( QS Al Isra': 85 )..
Dan pada Syeikh, guru, murabbi, ustadz dan Tuan-tuan yg saya hormati,...
Apabila Tuhan membukakan bagimu suatu jalan untuk makrifat ( mengenal padaNya ), maka jangan menghiraukan soal amalmu yang masih sedikit, sebab Tuhan tidak membukakan bagimu, melainkan Ia akan memperkenalkan kepadamu.Tidakkah kau ketahui bahawa makrifat itu semata-mata pemberian KurniaNya kepadamu, sedangkan amal perbuatanmu hanya hadiah dpdmu, maka di manakah letaknya perbandingannya antara hadiahmu dgn Kurniaan Allah kepadamu..
Tujuan dari agama yang benar dan ilmu yang benar hanyalah satu tujuan iaitu menuju mendekati Kebenaran yang haq / mutlaq..Ilmu hakikatnya untuk mengetahui dan agama sudah tentu untuk merasainya...
Firman Allah swt " Iaitu orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) ; Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. " ( QS Ali Imran : 191 )..dan yakinlah sepenuh hati...
Allah swt tidak akan menyesatkan hamba-hambanya yang menyerah diri padaNya...jangan terjebak pada sebarang alasan yang mengelirukan..dan iblis di anggap berjaya andainya dapat dan berhasil manupulasikan alasan takut tersesat, sehingga kita lupa yg kita telah dan sdg sesat, bila tidak berdzikir pada Allah.. sila perhatikan pada FirmanNya( Az Zumar : 22 )
Ingatlah wahai sahabat dan saudaraku, Tiang,dinding lantai, bumbung dll. saling bersepadu untuk di jadikan sebuah rumah yang cantik dan selamat..
Manakala dzikir zihar,qalbi, sunyi mahu pun sirr, di atas IzinNya dan RahmatNya, semestinya berdzikirlah ( merasai ) di antara tujuh anggota dzahir dan pancaindera kita barulah bersepadu jadinya..bukan setakat jadi sebuah rumah yang cantik dan selamat, malah pengisian dlm rumah pun sedia ada..InsyAllah.. Allah Hu Allah Hu...carilah " aku "..
dan berkaitan meraga sukma, ia adalah salah satu kalimat istimewa buat pencinta-pencinta alam Kerohanian..( dunia spiritual )
Pada tahapan tertinggi meraga sukma di atas IzinNya dan RahmatNya, kita mampu melihat fenomena- fenomena alam bawah kita, spt intiusi yg di timbulkan oleh halusinasi, pikiran perasaan serta gelombang-gelombang pendek..yg dihembuskan syaitan dan jin, sebab jiwa yg telah melampaui tahapan -tahapan dari ikatan seluruh alam semesta menuju yg bukan alam tetapi Dzat Mutlak ( QS As Shaffaat : 38 )..dan lagi ( QS Al A'raaf : 201 ).
Apa pun bicara saya senada iaitu merupakan dan bersifat penghayatan berpandukan pada dua wasiat tersebut,dan ini adalah pandangan peribadi saya..tidak dapat di nafikan ada juga beberapa jenis tariqat ( pernah di lakukan oleh sesetengah pengamal-pengamal agama tertua dengan fahaman kuno yg kaedahnya menyerupai dan objeknya saja yang berlainan ) yg mewajibkan muridnya untuk mengamalkan wirid-wirid tertentu, uzlah, muraqabah, rabitah dan apa-apa lagi entah..dan ini adalah pandangan peribadi... saya tidak pernah memandang rendah pada orang-orang yang di pilih Allah sesuai dgn jiwanya untuk menuju kepadaNya...
Didalam kaedah yoga, ada juga disebut cakra, moksa dan sebagai mantra Krishna dan mesti diterima dari seorang guru kerohanian yang dapat memberi tunjuk ajar dalam garis panduan dari turun temurun dari sri Krishna sendiri agar mantra itu manjur ( dlm istilah tareqat sebagai guru Mursyid dan memiliki sanad atau silsilah langsung dari Rasul) Hanya dari dan kurnia dari seorang guru kerohanian yg memiliki kualiti spt itu...seseorang dpt bebas dari peredaran dan kelahiran dan juga kematian.. rujukan " sri srimad ac bhaktivedanta swami prabhupada".
Metode yang se akan sama juga yang di gunakan oleh ajaran Taoisme, Buddha dan sehinggakan bukan sedikit orang-orang atheis sekarang ini mampu melakukan latihan konsentrasi kpd benda, titik, pembayangan wajah guru, mantra-mantra khusus yang luar biasa tanpa harus beragamapun..kaedah sama keberangkalian tak serupa...
Alhamdulillah syukur yang di atas limpah kurniaNya Ilmu dari Engkau Ya Allah memberi pengertian iaitu bermulanya dari satu titik lalu mencorakkan huruf dan huruf-huruf itu adalah rumus yang pada asal dan mulanya tidak memiliki erti dan maksudnya apa-apa, sehingga kemudian dengan izinMu tersusun menjadi sebuah kata dan lagi susunan kata di olah menjadi pula sebuah kalimat (Ilmu) dan dari sebuah kalimat itu terkandungnya sebuah pengertian (mesti faham) ...dan seterusnya pengertian itu sebenarnya bukanlah sebuah kalimatpun ( mesti nampak ), dan untuk (merasa) jangan lagi pandang dan tilik pada titik tersebut tapi teruskan pada di sebalik titik itu.. Luasnya dan dalamnya Ilmu di dalam Ilmu dari Allah tidak terhingga..Ya Allah, Ya Allah, Allah, Allah Muhammad RasulAllah.....
seperti FirmanNya " Katakanlah " Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (di tulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula). Katakanlah "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang di wahyukan kepadaku; " Bahawa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." ( QS Al Kahfi : 109-110 ).
Mereka yang yang berpegang dan menjalani amalan dalam Ilmu Tasawwuf telah dididik dan diajar agar sesuatu perbuatan itu yang dilakukan hanyalah dinisbah kepada mengharap keredhaan Allah semata-mata , tidak yang lain, di dalam apa keadaan , dalam apa jua masa. “ Ya Allah , Engkau yang ku maksud dan hanyalah keredhaanMu yang ku harap ”..
Ilmu di dalam Ilmu dan Ikhlas di dalam Ikhlas..hanya Allah yg Maha Mengetahui..Amin.
untuk di ketahui, bahawa orang yg sampai kepada Allah adalah org yg mampu menangkap Ilham-IlhamNya dan itu tidaklah yg bertentangan sama sekali dgn perintah dalam Al Quran dan Sunnah.. wallahu'alam
di karang oleh intizhar at 7:39 PTG 0 comments
guru,..jgn taksub..je.
Di atas IzinNya dan RahmatNya....
Di dalam hidupnya manusia di nilai! Atau akan melakukan sesuatu kerana nilai! Nilai mana yang akan di tuju tergantung kepada tingkat pengertian terhadap nilai tersebut..Pengertian yang di maksud adalah bahawa manusia memahami apa yang baik dan buruk serta ia dapat membezakan keduanya dan selanjutnya mengamalkannya.Pengertian yang baik dan buruk tidak di lalui oleh pengalaman akan tetapi telah ada sejak pertama kali " Ruh " di tiupkan Firman Allah " Dan jiwa serta penyempurnaan ( ciptaanNya ), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu ( jalan ) kefasikan dan ketaqwaan " ( QS Asy Syams : 7-8 )..
Pengertian ( memahami ) baik dan buruk merupakan asasi manusia yang harus di ungkap lebih jelas, " atas dasar apa kita melakukan sesuatu amalan "?...
Imam Ghazali dalam menamakan pengertian ini sebagai pengertian " awwali ". Dari mana pengertian-pengertian tersebut di perolehi, sebagaimana ucapan beliau " Fikiran menjadi sehat dan berkeseimbangan kembali dgn aman serta yakin dapat menerima kembali segala pengertian-pengertian awwali dari aqal itu. Semua itu terjadi tidak dengan mengatur alasan atau menyusun keterangan, melainkan dengan Nur ( cahaya ) yang di pancarkan Allah swt ke dalam batin dari Ilmu ma'rifat " ( dalam buku Pembebasan dari kesesatan, halaman 10)..
Pada dasarnya menuntut ilmu itu wajib hukumnya dan kita di motivasi oleh Baginda RasulAllah saw untuk mencari ilmu sampai ke negeri Cina dan banyak lagi dalil yang menyuruh kita mencari / mempelajari ilmu..
apabila kita membicara mengenai Guru dan murid sudah semestinya ada satu tanda pengertian rasa yang saling berkait rapat di antara dua kalimat tersebut itulah Ilmu....ada persoalan dan ada jawapannya..tetapi dalam dunia kerohanian ( spiritual Islam ) adakalanya banyak persoalan tak terjawab, maka itulah kita wajib berguru,... dan tidak mentaksubkannya itupun di atas IzinNya dan RahmatNya...
dan lagi sebenarnya fitrah manusia itu suci, akan tetapi proses penerimaan ilham tersebut, terkadang menjadi tidak murni di sebabkan kekotoran jiwa yang diliputi nafsu syahwat..dalam hal ini Allah berfirman " Sesungguhnya beruntunglah yang mensucikan jiwa itu. Dan merugilah orang yang mengotorinya " ( QS Asy Syams : 9-10 )...
Baik dan buruk berasal dari intuisi, tidak melalui fikiran dan rekaan. Alat penerimanya adalah hati ( rasa ). Dari Allah turun ke dalam jiwa manusia berupa intuisi, baik kepada jiwa yang kotor atau kpd jiwa yang telah mendapat kebersihan..dan dari jiwa pula turun menjadi perbuatan..Ketika jiwa manusia kotor, maka intuisi kebaikan mendapat sebutan hati kecil atau hati Nurani..hati yang paling dalam dan tersembunyi..iho sebaliknya apabila rasa iman telah memenuhi ruang jiwanya, maka rasa kejahatan itu akan menjadi hati yang kecil menggantikan rasa keimanan yang tenggelam, sehingga untuk bersubahat dengan sifat-sifat mazmumah akan terasa sulit dan payah sekali, kerana jiwanya di dominasikan oleh rasa keimanan yang besar.. ( Amantu billahi tumastaqhim ) aku percaya pada Allah dan berpegang teguh pengertian dan pendirian itu.....
Di dalam bicara Guru dan Murid sebenarnya ada Ilmu di dalam Ilmu..dan dunia Tesawuf sebenarnya sudah robak dan berpecah sayugia di ingatkan sesama kita Ilmu dari Allah sebenarnya luas lagi dalam seperti firmanNya ( QS Al Kahfi : 109 )....
" Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang berumur pendek ( muda ) dan berpikiran picik ( bodoh ). Mereka mengucapkan sabda-sabda Nabi dan membaca Al Quran, namun imannya tidak melampaui pisau besarnya.." ( bicara kosong ( lagho) ). ( HR. Buqhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasai ).
..Keyakinan seseorang itu akan mudah lepas dan selalu dalam keraguan apabila selama ini kita seolah-olah dipaksa untuk terus bersetuju ataupun percaya terhadap sesuatu keyakinan, tanpa pernah memikirkan dan memahami mengapa kita harus meyakininya...
Orang yang bijak di lihat dari soalannya ?, orang yang cerdik di lihat pada jawapannya ? dan orang yang tak tahu dan buat-buat tahu adalah seperti saya..dan pohon maaf andainya bicara kali ini bisa menyinggung wahai sahabat dan saudaraku..
dan lagi mendapat serta memahami pengertian ( ilmu faham, nampak dan rasa ) ini di Atas IzinNya dan RahmatNya sedarlah kita bila berkata " aku yang fana menuju AKU Yang Baqo " ...
Imam Malik ra, di tanya mengapa kita tidak dapat melihat Allah swt..Dengan halus dan mudah Imam Malik ra menjawab bermaksud " Yang fana tidak dapat melihat yang Baqo'..hanya yang Baqo' dapat melihat yang Baqo'..Wallahu 'alam..Wassalam..
di karang oleh intizhar at 7:18 PTG 0 comments
sedikit sirah sahabat dan isteri Baginda RasulAllah saw........
Di atas IzinNya dan RahmatNya..
Saidina Abu Bakar assiddiq ra..
Pernah suatu ketika dahulu, Syaidina Abu Bakar As-Siddiq ra. menahan kesakitan akibat di patuk seekor ular apabila beliau telah bersama-sama Baginda RasulAllah saw menyembunyikan diri di gua Thur..beliau begitu sayang dan taat kpa Baginda RasulAllah saw dan tidak mahu ganggu semasa itu RasulAllah saw sedang tidur dan keletihan di atas ribanya..
Rasa panas dan ngeri yang amat sangat di atas bisa ular itu membuatkan beliau tidak dapat menahan lagi kesakitan sehinggakan tanpa di sedarinya menitis airmata beliau, namun untuk membangunkan RasulAllah saw tidak sama sekali, biarlah kesakitan itu di rasainya dan redha akan ujian dari Ilahi..betapa mulianya Abu Bakar...
Masa berlalu, dan akhirnya titisan mula airmata beliau telah jatuh di pipi Baginda RasulAllah saw, dan RasulAllah saw pun terjaga dan lantas bertanya " mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar " ?, beliau tidak dapat menyembunyikan lagi di atas kesakitan bisa ular yang di alaminya dan terus memberitahu RasulAllah saw, yang kakinya telah di patuk ular....
Baginda RasulAllah saw terus memeriksa kakinya, dan lalu meludahi di atas telapak kaki Abu Bakar, dan di atas IzinNya dan RahmatNya..kesakitan itu tadi mula sembuh...
Saidina Omar Al-Khattab ra..
Saidina Umar Al-Khattab r.a, sendiri pernah memohon do'a agar beliau mendapat syahid, menghembuskan nafas yg terakhir di tanah Madinah dengan berdo'a " Ya Allah, kurniakanlah daku kesyahidan di jalan-Mu, dan jadikanlah kematian menimpaku tatkala aku berada di Kota Rasul-Mu "..
zahirnya Saidina Umar Al-Khattab r.a pernah memohon suatu perkara yg sukar di perolehi secara serentak, kerana beliau tinggal di Madinah, jauh dari golongan penyembah berhala dan musuh-musuh Islam, demikian juga jauh dari medan peperangan malah di tempat syaitan tidak dpt memerintah, dengan keadaan sebegitu rupa.. di kala itu utk berhajat mati sebagai syahid amatlah tipis sekali...
Begitu Ketentuan serta Kebesaran Ilahi inginkan sesuatu utk berlaku, Allah jadikan dan menyediakan jalan baginya, di tengah-tengah para Sahabat yg sdg mendirikan solat di dlm masjid, tiba-tiba di kejutkan dgn satu keadaan yg begitu trajis, maka di atas izinNya dan RahmatNya, Saidina Umar r.a telah menjadi serta mendapat syahid, beliau telah dibunuh dgn kejamnya oleh seorang kafir bernama Abu Lukluk..
Terkabul juga hajat serta permohonan ikhlas darinya kepada Allah swt Maha Pencipta segala-galanya..
Saidina Umar Al-Khattab r.a merupakan salah satu sahabat Nabi yang di Atas IzinNya dan RahmatNya memiliki kemampuan spiritual, sebagaimana sabda Beliau yang diriwayatkan secara muttafaq-alaih: " Di antara umat-umat sebelum kalian telah ada Muhaddatsun. Kalaupun ada seorang di antara ummatku yang seperti itu maka dialah Umar Al-Khattab"..
Muhaddatsun bermaksud orang yang memiliki kekuatan batin dan mampu membaca rahsia ghaib, atau di dalam bahasa tesawuf di sebut mukasyafah ( waskita )...
Al-Qamah..
Al-Qamah adalah salah seorang dari sahabat Baginda RasulAllah saw, dan dia menghadapi kepayahan yg menyiksa ketika menjelang ajalnya dalam mengalami sakaratul maut, mulutnya tidak mampu mengucapkan kalimatul Haq ( La ilaha illallah )..RasulAllah saw cuba berdoa dan mengajarnya untuk menyebut kalimatul Haq, namun Allah swt tidak izin dan terus menolak seluruh amalnya walaupun Al-Qamah adalah seorang ahli ibadat, kesalahannya ialah menyakiti hati si ibunya dan ibunya tidak redha dan tidak mahu memaafkan si anaknya walaupun di rayu beberapa kali oleh Baginda RasulAllah saw....
Atas kebijaksanaan Baginda RasulAllah saw, beliau cuba mengalih pandangan si ibu dengan mengambil keputusan untuk membakar sahaja hidup-hidup..mendengar keputusan itu, lalu tak kesampaian si ibu tadi melihat akan kejadian tersebut, dan naluri keibuannya tidak tega lalu memohon kepada Baginda RasulAllah saw agar mengurung niat untuk membakar puteranya dan seterusnya memaafkan kesalahan anaknya, di saat itulah di atas IzinNya dan RahmatNya, ia terbebas dari siksa sakaratul maut dan pada akhir kalamnya mengucapkan kalimatul haq..
salah satu pengajaran serta pengertian di sini ialah si ibu memiliki kedudukan spritual yang tinggi yang wajib di taati dan hormati selagi tidak mengajar kemaksiatan, redhanya memuluskan perjalanan ruhani untuk mendapatkan kedudukan di sisi Allah swt yang tinggi.. Wallahu a'lam..
Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita ke hadratNya dan sembah selawat pada Baginda RasulAllah saw serta ahli keluarganya...
Siti Khadijah..
iho..topik yang menarik dan memberi pengajaran keinsafan pada semua yang bergelar srikandi dalam mencernakan sebuah kehidupan khususnya alam rumahtangga...
dan peranannya Siti Khadijah sebagai isteri solehah dan wanita pilihan yg memang telah di tetapkan oleh Allah swt dalam qadarNya.
Di antara salah satu peranannya, Siti Khadijah sentiasa memberi kesempatan dan kebebasan yang mutlak untuk memasuki kehidupan berfikir dan alam nafsani, untuk mencari hakikat yang benar, malah ia sentiasa memberi dorongan semangat, agar terus mencari hakikat yg benar dan mutlak itu tanpa di bebani dgn persoalan rumahtangganya...dan ketika suaminya bertafakur atau bertahannuts di Gua Hira' di sediakannya perbekalan untuk tinggal selama beberapa hari dalam melakukan tahannuts mencari hakikat yang benar..
Dan jadi di antara isteri-isteri Baginda RasulAllah saw, Siti Khadijah inilah yang paling dekat nasabnya dengan Beliau yang bertemu pada keturunan "Qushai ".. dan Siti Khadijah juga selain dari Taat, bijaksana, pribadi luhur, akhlak yang mulia ia juga mempunyai cita-cita yang tinggi sehingga pada waktu itu penduduk Mekah memberi gelaran " Ar Thahirah "...
Ketika Nabi Muhammad saw masih lagi dalam kegelisahan dan trauma setelah menerima wahyu yang pertama, Siti Khadijah tetap menambah keyakinan suaminya yang sebenarnya telah di nobatkan menjadi Nabi akhir zaman dan Rasul pilihan berdasarkan apa yang telah termaktub di dalam Kitab Injil dan di sampaikan oleh pamannya Waraqah bin Naufal seorang pendita tua lagi buta dan telah lama memeluk agama Nasrani...
..namun haqiqat kejadian ini juga berupa perumpamaan yg Allah swt jadikan buat kita ummat akhir zaman untuk menilai dan memikirkannya..mudahan semua kita mendapat pertunjuk dan HidayahNya..
Kita sudah tidak berada bersama-sama RasulAllah saw saat ini, namun utk menandingi di atas rasa sayang dan taat kepada Baginda saw sepertimana para-para Sahabat dahulu, tidak terdaya kita, walaubagaimanapun Allah swt Maha Tahu, akan ada setengah golongan manusia itu terlalu rindu dan sayang teramat sayang kepada Junjungan Besar Baginda RasulAllah saw..jadi kita,.. Allah perintahkan sentiasa " Berselawat kepada RasulAllah saw dan berada di atas landasan Sunnahnya...
wallahu'alam..
di karang oleh intizhar at 6:43 PTG 0 comments
niat
Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur di atas segala kurniaanNya..
Apa pun perkara yang hendak, sedang dan kita lakukan, pastinya dimulai dengan niat. Niat itu adalah do'a dan setiap perbuatan itu hendaklah disertai dengan niat. Islam juga mengajar kita untuk tidak melupakan niat dalam apa jua kerja yang kita lakukan.
Sabda Baginda Rasulullah saw. bermaksud:
"Bahawa sesungguhnya setiap amalan itu bergantung kepada niat, dan bahawa sesungguhnya bagi setiap orang apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya menuju kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Barangsiapa yang hijrahnya kerana dunia yang dia mahu mencari habuannya, atau kerana seorang perempuan yang dia mahu kahwininya, maka hijrahnya ke arah perkara yang ditujuinya itu."
(Hadis ini diriwayat oleh dua orang Imam Ahli Hadis; Abu Abdullah Muhammad ibn Ismail ibn Ibrahim ibn al-Mughirah ibn Barzirbah al-Bukhari dan Abu al-Husain Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim al-Qusyairie al-Naisaburi dalam kitab sahih mereka berdua yang merupakan antara kitab yang paling sahih)
“Imam Nawawi pula mengatakan, bahawa niat itu bererti maksud, iaitu keinginan yang ada dalam hati.”
Al-Baidhawi berkata,
“Niat adalah dorongan hati untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan,
baik mendatangkan manfaat atau menolak mudarat,
sedangkan syari’at adalah sesuatu yang membawa kepada perbuatan yang diredai Allah
dan mengamalkan segala perintah-Nya.”
Di dalam istilah ( fiqh ) adapun niat di ertikan qashdu syai muqtarinan bi fi'lihi..melakukan perbuatan dgn kesedaran ( consiousnes ), kerana dari niatlah yg akan menentukan nilai baik mahupun buruk, di terima atau tidaknya sesuatu perbuatan berdasar dalil seperti yg tersebut / yg telah di paparkan..
Sebenarnya niat bukanlah sebuah lafadz bacaan mahupun mantra, akan tetapi suatu perbuatan yang di dalamnya terdapat kesedaran penuh mengalir dari awal hingga akhir, maka itu lah ia tanpa huruf tanpa suara..
" Illahi maqsudi wa ridhoka matlubi " Tuhan, Engkaulah yang ku maksud dan kerelaanMu lah yang aku tuntut " Amin.
"Sesungguhnya Allah S.W.T tidak memandang kepada rupa paras dan harta benda kamu tetapi Allah hanya memandang kepada niat hati dan amalan-amalan kamu.” ( HR Muslim )
wallahu'alam..
di karang oleh intizhar at 6:21 PTG 0 comments
Jumaat, 11 Disember 2009
Tuduhan-tuduhan palsu...
Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita di atas segala PenciptaanNya serta KurniaanNya buat kita semua...
Tuduhan-tuduhan palsu dari puak kufar terhadap Al Quran..mereka juga telah membuat dusta dan menuduh Baginda RasulAllah saw dgn sangat hina dan menyakitkan, dgn alasan ini semua adalah dongengan orang-orang terdahulu dan Nabi Muhammad saw yg membacanya..Hal ini di bantah terus oleh Allah dalam FirmanNya ( Al Furqan : 4-6 ).
Kita mungkin terpengaruh dan terperangkap dengan hasutan, racun minda dari puak kufar dgn meyakini Baginda RasulAllah saw mampu serta tahu menulis dan membaca huruf berupa rangkaian hijaiyyah, puak orientalis kafirin ini dari dahulu, kini, dan selamanya akan memesongkan keimanan ummat Islam dgn keyakinan tersebut, jesteru Allah Maha Mengetahui dan sebenarnya Dia memelihara serta menjaga kekasihNya Nabi Muhammad saw dari pendustaan dan tuduhan tersebut dengan di takdirkan Ummi ( tidak tahu membaca dan menulis ), sebagaimana Firman Allah swt di dalam Surah ( Al Ankabut : 48 )..
Semasa peristiwa bersejarah turunnya Wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw melalui Malaikat Jibril..Beliau mengatakan tidak tahu membaca hampir tiga kali apabila di peluk / rengkuh oleh sang Utusan ( Jibril ) lantas menyampaikan Wahyu dari Ilahi yang di susupkan kedalam hatinya, menyerap masuk ke dalam sukmanya yang bukan berupa suara mahupun huruf ( laa shatun wa laa harfun ), seperti di tegaskan Allah di dalam FirmanNya " Sanuqriuqa falaa tansaa " Kami akan membaca ( Al Quran ) kepadamu ( Muhammad ) maka kamu tidak akan lupa... ( Al A'laa : 6 )
Jadi mengerti kita sekarang, bagaimana Allah swt mengilhamkan kepada lebah, semut, alam maya ini..dan mengajar Nabi Muhammad saw apa-apa yang tidak di ketahuinya ( allamal insaana ma lam ya'lam ).
Ternyata bahasa Allah tidak berupa tulisan mahu pun suara ( " laisa kamistlihi syaiun ", tidak serupa dengan makhlukNya ). Allah swt menghimpun pengertian itu ke dalam hati sanubari Nabi dengan sangat cepat ( erti Wahyu dalam kamus bahasa Arab ), bukan proses berfikir dan proses belajar. Inilah Kehehatan, Kekuasaan Allah swt dan hikmahnya keadaan Baginda RasulAllah saw.
Seorang yang ummi bukan bererti bodoh atau jahil, sebab selama ini banyak orang terjebak dengan kata membaca melalui pengertian yang sempit iaitu sekadar membaca huruf-huruf padahal banyak sekali pengertian membaca dengan makna yang lebih luas dan dalam. Contohnya membaca aura, situasi, arah angin, bintang, alam semesta dan diri sendiri. Hal tersebut dinyatakan dalam Al-Quran dengan tegas bahawa Allah-lah yang mengajar manusia ( Muhammad ) membaca dalam bentuk ( laa shatun wa laa harfun ) ayat-ayat kauniyah
seperti firmanNya ( Al Jaatsiyah: 3-6 )...
Mungkin kebanyakkan ummat Islam menyangka Al Quran itu sekadar bacaan yang berpahala, kemudian untuk tilawah, taddarrus, musabaqah sehingga terlena dan ternganga dengan lagu / taranum yang indah. Akhirnya melupakan pesanan mutiara di dalamnya.
Semoga Allah menuntun hati kita. Amin.
di karang oleh intizhar at 10:19 PG 0 comments