AL-QURAN

AL-QURAN
bukan sekadar bacaan berpahala,..

Nasehatnya...

Nasehatnya...
Mudahan mendapat Keredhaan Ilahi...

ilmu yang dianugerahkan, dan milikNya .

ilmu yang dianugerahkan, dan milikNya .
seumpama setitik air di tengah lautan

Isnin, 10 Mei 2010

Muraqabah

Di atas IzinNya dan RahmatNya.Alhamdulillah syukur kita dengan segala nikmat kurniaanNya...

Syukran ustadz al-Banjari..begitu bermakna..teruskan dalam bicara mengindahkan Dzat Maha Agung, Maha Mengetahui segala-galanya.

sedikit renungan, mudahan mendapat keredhaanNya...mengapa diadakan " MURAQABAH "..?? tentunya ialah supaya dapat Ittishal..apa pula maksud ittishal itu.?? Di atas IzinNya dan RahmatNya itulah berhubungan dengan Tuhan...itulah puncaknya kelazatan, kepuasan

Sebenarnya metode yang se akan sama juga yang di gunakan oleh ajaran Taoisme, Buddha dan sehinggakan bukan sedikit orang-orang atheis sekarang ini mampu melakukan latihan konsentrasi kpd benda, titik, pembayangan wajah guru, mantra-mantra khusus yang luar biasa tanpa harus beragamapun..kaedah sama keberangkalian tak serupa...berlainan pegangan kepercayaan agama..

Didalam kaedah yoga, ada juga disebut cakra, moksa dan sebagai mantra Krishna dan mesti diterima dari seorang guru kerohanian yang dapat memberi tunjuk ajar dalam garis panduan dari turun temurun dari sri Krishna sendiri agar mantra itu manjur ( dlm istilah tareqat sebagai guru Mursyid dan memiliki sanad atau silsilah langsung dari Rasul ) Hanya dari dan kurnia dari seorang guru kerohanian yg memiliki kualiti spt itu...seseorang dpt bebas dari peredaran dan kelahiran dan juga kematian.. rujukan " sri srimad ac bhaktivedanta swami prabhupada".

Alhamdulillah syukur yang di atas limpah kurniaNya Ilmu dari Engkau Ya Allah memberi pengertian iaitu bermulanya dari satu titik lalu mencorakkan huruf dan huruf-huruf itu adalah rumus yang pada asal dan mulanya tidak memiliki erti dan maksudnya apa-apa, sehingga kemudian dengan izinMu tersusun menjadi sebuah kata dan lagi susunan kata di olah menjadi pula sebuah kalimat (Ilmu) dan dari sebuah kalimat itu terkandungnya sebuah pengertian (mesti faham) ...dan seterusnya pengertian itu sebenarnya bukanlah sebuah kalimatpun ( mesti nampak ), dan untuk (merasa) jangan lagi pandang dan tilik pada titik tersebut tapi teruskan pada di sebalik titik itu.. Luasnya dan dalamnya Ilmu di dalam Ilmu dari Allah tidak terhingga..Ya Allah, Ya Allah, Allah, Allah Muhammad RasulAllah.....

Firman Allah swt " Iaitu orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk dan dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) ; Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. " ( QS Ali Imran : 191 )..dan yakinlah sepenuh hati...

Pandang pada satu lukisan, janganlah kita terpedaya dan terjebak pada gambar dan warnanya yang ada pada kain kanvas ataupun kertas, tetapi pandanglah sebelum adanya gambar,potret dan warna itu..itulah makrifat..Mahasuci Allah... mudahan kita diberi Pertunjuknya dan HidayahNya.

Asnaf-asnaf para pencinta keruhanian ( ahli ma'rifat )..

FirmanNya " Setiap kami melainkan mempunyai kedudukannya yang tertentu. " ( As-Shaffat : 164 )..

Para arif itu tergolong kepada beberapa asnaf, caranya berlainan dan tingkatan maqamnya pun tidak sama..diatas IzinNya dan RahmatNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn kudratNya, lalu dia merasa takut kepadaNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn kelebihanNya, lalu dia menyangka baik terhadapNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn muraqabah, lalu dia merasa yaqin kpd kebenaranNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn kebesaranNya, lalu dia merasa bimbang terhadapNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn kifayahNya, lalu dia menunjukkan kefakiran kepadaNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn sifat keesaanNya, lalu dia bergantung kpd sifat kesucianNya..

- diantara mereka ada yg mengenal Allah dgn sifat ketuhananNya, lalu dia berpegang kpd pertalian ( perhubungan ) dirinya dgn Allah..

Al-Junaid pernah berkata; bilakah boleh kesampaian siapa yg tidak ada serupanya atau tidak ada samanya dgn siapa yg punyai serupa dan sama, ini adalah suatu dugaan yg luar biasa, kecuali jika diperlembutkan oleh Tuhan yang Maha Pelembut dgn cara tidak ada bantuan, tidak ada waham, tidak ada liputan, kecuali dgn isyarat keyaqinan dan hakiqat keimanan semata..

Maka bila Allah mahu memberikan sesuatu ilmu kpd hambaNya, maka yg demikian itu akan berlaku tanpa perlu bantuan sesiapapun, tidak ada waham yg akan menggangguinya dan tidak ada liputan apa pun, hanya dgn tercetusnya keyakinan didlm hati, lalu diteguhkan dgn keimanan yg semakin hari semakin bertambah..

Mulakanlah dgn berusaha sungguh-sungguh menunaikan yg fardhu agar lebih sempurna, kemudian ikutkanlah dgn sunnat-sunnat nawafil sekadar yg termampu..InsyAllah dari situlah kita akan mencapai apa yg selama ini kita mencarinya, mudahan kita akan sampai kepadaNya dgn selamat, dan sebagaimana yg diredhai Allah dan RasulNya..

Banyak manusia terpaksa diajar dan dibimbing oleh yg berilmu, guru mursyid dsbgnya untuk mengenal Tuhan. Diberikan kpdnya ilmu, amalan tertentu beserta dalil-dalil, contoh-contoh yg logika demi utk membuktikan kebenaran segala sifat-sifat Allah itu. Maka dari situlah sidia meningkat setangga demi setangga sampai kekemuncaknya. Ada yg sampai cepat, ada yg lambat, dan ada yg tidak kesampaian..semuanya diatas IzinNya dan RahmatNya.

Namun ada juga manusia yg lain yg diberikan Allah Taufik dan hidayahNya utk mengenal Allah secara mendadak, atau didorong oleh sebab sesuatu hal dan peristiwa yg terus membenam dan mengelubungi kebatinannya ( bashirah ), maka pengenalannya kpd Allah menerusi bashirah yg di atas IzinNya dan RahmatNya..tidak perlu lagi kpd proses dan seperti sistem anak-anak disekolah...keseluruhan hidupnya utk berkhidmat kpd Allah, dan semua yg ada didlm pemikirannya ialah Allah, dpd Allah, kpd Allah, dgn Allah, disisi Allah dan seterusnya dan seterusnya, dan tidak ada yg selainNya.

Firman Allah " Di antara mereka ada yang menganiaya dirinya, dan diantara mereka ada yang pertengahan ( sederhana ) dan diantara mereka ada yang cepat menuju kepada kebaikan dengan izin Allah. " ( Fathir : 32 ).

Pernah suatu ketika, Rabi'ahtul Al-Adawiyah bertanya hal ini kpd Zin-Nun, muga Allah merahmati keduanya, tanya Rabi'ah..Bagaimana engkau mengenali Allah..??

Zin-Nun terus menjawab, Dia telah mengurniakan sifat malu, dan mengelubungiku dengan sifat Muraqabah ( mawas diri ), maka setiap kali aku ingin mendatangi maksiat, aku teringat kepada Allah, lalu aku merasa malu kepadaNya..

Kosongkanlah ( hatimu ) dpd ingatan kpd kedua-dua rumah ( dunia dan akhirat ), dan bermesra-mesralah saja kepada Tuhan semesta alam...

Abu Uthman Said ibn Ismail al Hiri r.a. pernah berkata " Hendaklah kamu berdamping dgn Allah dgn adab yg indah, sentiasa merasakan kehebatanNya dan muraqabah kepadaNya ( sentiasa merasakan pengawasan Allah ). Hendaklah kamu berdamping dengan RasulAllah saw dgn mengikut Sunnahnya dan melazimi ilmu yg dzahir ( syariat ). Hendaklah kamu berdamping dgn para wali Allah dgn menghormatinya dan berkhidmat kpdnya. Hendaklah kamu berdamping dgn ahli keluarga dgn akhlaq yg baik, berdamping dgn saudara dgn sentiasa memberikan khabar gembira selagi ia tidak menjadi dosa dan berdamping dgn orang jahil dgn doa dan kasih sayang kpd mereka ".

Ibnu Qayyim al Jauziyyah Madarij al Salikin Jld 2 H: 353.

" Man lam yadzawq lam yadri " siapa yang tak rasa tak tahu....wallau'alam.

Kebenaran Islam- Sufism vs Freemason

Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita dengan segala nikmat kurniaanNya..

Abu Yazid al-Bustami pernah berkata " Allahuakbar itu bermaksud, Allah itu Maha Besar untuk di qiaskan dengan manusia atau Maha Besar untuk diqiaskan dengan yang lain dan Maha Besar untuk difahami serta di rasai oleh pancaindera kita."

Dengan kaedah kemajuan sains dan teknologi masa kini, puak-puak ini sudahpun sampai ke bulan, manakala kita masih lagi di bumi ini..hairan ??..

Demi Kebesaran dan Kekuasaan Allah telahpun memperjalankan hambanya Baginda Mulia RasulAllah saw terus ketempat yang lebih tinggi dari bulan ( peristiwa Israk dan Mikraj ).., puak-puak ini tahu dan maklum akan kehebatan serta kebesaran Allah..tetapi mereka tetap tidak mahu beriman..

Zaman dahulu lagi puak-puak kufar ini telah di rakamkan dgn peristiwa tukang-tukang sihir zaman firaun cuba melawan kekuasaan Allah bagi menentang Nabi Allah Musa a.s..dan mereka tetap kecundang, ringkasnya,..begitulah sifat iblis laknatullah tidak akan berputus asa dan tetap akan menghasut, mencari jalan demi menyesatkan manusia dari mengingati Allah..

Tanggungjawab bagi mengatasi penemuan dari puak ini, bukan hanya terletak kpd para-para Sufism sahaja, malah kita semua yg mengaku beriman dan bertaqwa kepada Allah supaya mengingatkan kita , sekadar tahu sahaja tetapi tidak mengenalNya. Kenal tetapi tidak mengindahkanNya..malah Allah tidak dirasakan dekat dihatinya..

Tidak ada rasa kekhuatiran, ketakutan, malah lebih bersedia dan berani andainya kita mengenali Allah, supaya kita mampu merasakan KeMahaanNya dalam setiap jengkal dan langkah kita, dan dekatiNya..supaya di Atas IzinNya dan RahmatNya berkenan hadir dan menghadirkan KeKuasaanNya..

Gunakan sebaik-baiknya apa yg telah di anugerahkan Ilahi buat kita Muslimin, muslimat, mukminin dan mukminat agar kita kita sentiasa berada di bawah perlindungan dan RahmatNya dalam naungan Rahman dan RahimNya semasa hayat di kandung badan di alam ini sampai di akhirat nanti…FirmanNya dalam Surah Al Baqarah : 152 , “ Kerana itu, ingatlah kamu kepadaKu nescaya Aku ingat ( pula ) kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah kamu mengingkari ( nikmat ) Ku “.

Kita perlu membuktikan sifat kehambaan kita dengan menundukkan diri, menghujamkan lutut seraya bersujud dan di samping berusaha kita menyerahkan diri untuk di aturNya..begitulah jadi hamba abdi yg sejati yg percaya dan yaqin dengan Kebesaran Allah sesungguhnya.

Untuk itu mulai bertanyakan dalam diri kita sendiri, hari demi hari, kerana keimanan bukan hanya terletak pada bahasan dan ucapan serta keyakinan dalam hati,..malah lebih dari itu sampai pembuktian realiti dalam bentuk perasaan dan pengalaman..

Sehebat manapun Freemason atau sewaktu dengannya..iho semuanya dalam gengamanNya..di TanganNya Maha berkuasa di atas segala-gala kehendak terjadi..Dia lah Allah, pemilik segala kejadian masa dahulu, kini dan masa hadapan, yang menjadikan tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dan isi diantara keduanya..( As Sajjadah : 4 ).

Kenali Allah, dekatiNya, IngatNya sentiasa di mana-mana dalam apa jua keadaan kita, InsyAllah…

Firman Allah “ Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat dan Maha perkasa. “ ( Al Hajj : 74 ).

Apabila seseorang yg alim, beriman dan bertaqwa berusaha menyambung malam dan siang dgn tafakur akan Kebesaran serta KeAgungan Allah swt, mengenai kehidupan didunia dan akhirat,..adalah ibarat seorang yg terjaga..ada perbezaan diantara cara pentafakuran dlm teologi keagamaan di atas dunia ini.

Menerawang jauh menembusi dari alam ciptaan menuju kpd Penciptanya..juga di sebut Al Ibrah, merenung jauh dan dalam disertai zikir dan bertasbih ( syuhud )..kepada objek yg tidak terjangkau iaitu Allah..prosesnya dpt dilakukan baik sambil berdiri, duduk mahupun berbaring...

wallahu'alam

Sabtu, 8 Mei 2010

Ciri-ciri kewalian

Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita bagi segala nikmat kurniaanNya...Allah Dzat Yang Maha Agung, Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu...

Pernah suatu ketika Syeikh Abu'l Hasan Asy Syadzili berkata " Orang yang menunjukkan dunia sahaja kepada mu, dia menipumu. Orang yang menunjukkan perbuatannya kpdmu, dia akan membuatmu letih berpanjangan, tetapi andainya ada orang yang menunjukkan Kebesaran serta Kesempurnaan Allah, dialah yang akan menasihatimu...

Banyaklah sudah istilah mahupun pengertian mengenai ciri-ciri kewalian..dzahirnya termaktub..Salah satu rahsia yg Allah sembunyikan walayah ( kewalian ) dalam / atas hamba-hambanya...bathinnya setiap zaman pasti ada dan terus ada...hilang ia tanda akhir zamanlah kita.

Baginda Mulia RasulAllah saw sudahpun berpesan, jgn tinggalkan ia....sungguh indah Al Quran, bukan hanya untuk satu bangsa, malah satu dunia takluknya, Mustahil FirmanNya hanya tertakluk pada tersurat dalam sebuah kitab mengandungi 6,236 ayat, 114 surah..?? semakin kita teliti dan renungi, di atas iIzinNya dan RahmatNya semakin kita menemui rahsia-rahsia FirmanNya..

Di situ ada Rasul, Nabi, malaikat, para siddiqin, para syahid, solehin, iblis laknatullah, Jin dan syaitan, manusia, alam diri, alam nyata, alam lahut, malakut, jabarut, syurga dan neraka, Iman, Islam dan Ihsan serta segala-galanya..itulah pedoman kita.

FirmanNya “ Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang beriman. Dari pada penciptaan kamu dan bintang-bintang yang melata yang tersebar ( di muka bumi ) terdapat ayat-ayat ( tanda-tanda ) kekuasaan Allah bagi kaum yang yakin, dan pada pergantian malam dan siang serta hujan yang diturunkan Allah dari langit sebagai rezeki lalu di hidupkan-Nya bumisesudah matinya dengan air hujan itu, dan pada perkisaran angin terdapat pula ayat-ayat ( tanda-tanda ) kekuasaan Allah bagi mereka yang beraqal. Itulah ayat-ayat Allah, Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah ( kalam ) Allah dan ayat-ayat-Nya.” ( Al Jaatsiyah : 3-6 )..

Di sini ada pengertian dan pemahaman, setiap ayat mampu di fahami berbeza oleh individu yang berbeza, di setiap kurun waktu ( zaman ) tertentu..Pengertian dan pemahaman ketikanya berubah berdasarkan ilmu, pengalaman serta budaya..tentu sahaja tidak dengan mengubah lafadz Al Quran..

Biarkan lafadz itu bercerita , mengungkapkan kebenaran Firman-firman-Nya kepada sesiapa saja yang mahu membacanya dan pengertiannya termaktub dalam intuisi yang di atas IzinNya dan RahmatNya turun melalui jiwanya...menghilangkah ia..??

Rabu, 24 Februari 2010

Ada empat jenis golongan manusia...

Di atas IzinNya dan RahmatNya...Alhamdulillah syukur kita dengan segala nikmat kurniaanNya..

Ada Empat jenis golongan manusia...

- Tidak ada lidah dan hati, telah terkunci pendengaran, penglihatan dan mata hati...golongan seperti ini tidak pernah mahu memikirkan Kebesaran Ilahi, tidak pernah mensyukuri nikmat serta RahmatNya..

- Adanya lidah tetapi masih tidak punya hati... golongan yang mencari imbuhan dan ganjaran, hipokrit, munafik dsbnya..mereka bijak berbicara, mengajak manusia lain menuju kpa Allah, tetapi mereka sendiri lari dpd Allah. Mereka membenci kemaksiatan, dlm masa yg sama mereka bergelumang dgn maksiat.

- Ada hati tetapi tidak punyai lidah..Kebanyakkannya bertaqwa, beriman, mendapat pertunjuk dan hidayah dari-Nya, berusaha menjadi soleh diantara hamba-hambaNya, sentiasa bersyukur dlm semua keadaan, redha, menyeru pada kebajikan dan kebaikan dan sentiasa taat dan sabar..khusuk dan tawadduk..

- Ada hati dan ada lidah..mereka kebanyakkannya pencinta keruhanian, mengembara di alam spiritual samada bersendirian mahupun perkumpulan..Allah jadikan lidah dan hati mereka menjadi gedung ilmu yang amat bernilai, memiliki ilmu-ilmu ketuhanan..Di atas izinNya dan RahmatNya Allah akan menaburkan rezeki ilmu dan membuka rahsia-rahsia Nya yg tidak semua orang memilikinya. Hati dan lidah mereka sentiasa mengingati Allah dalam semua keadaan..terusan rasa kerinduan, dan kecintaan.. SubhanAllah, Alhamdulillah, Laa Ilaha Ilallah, Allahu akhbar
Tidak ada maqam yg lebih dari itu melainkan para keNabian.

Kata Syeikh Abdul Qadir Al –Jailani di dlm sebuah kitabnya Futuuhul Ghaib ( Menyingkap keghaiban ):

“ Telah daku bahagikan manusia itu kpd empat golongan. Sekarang terpulanglah kepada kamu membuat pilihan serta memeriksa diri kamu sendiri jika kamu mempunyai fikiran. Dan selamatlah diri kamu jika kamu ingin keselamatan. Mudah-mudahan Allah swt membimbing kita menuju kpd apa yg di kasihiNya dan diredhaiNya dalam dunia dan akhirat kelak “.

Wallahu’alam.

Pengertian Syuhud dalam ma'rifat...

Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita dengan segala nikmat kurniaanNya...

Jauh sudah kita berjalan dan terus berjalan..banyak sudah pengetahuan serta pengalaman kita rasai...Khususnya buat pencinta keruhanian dalam menuju ketuhanan, samada yang berguru ataupun tidak, mungkinkah ada disini yang sudi menzahirkannya dengan pengertian " Syuhud " di dalam Ma'rifatullah...silakan.

Saat ini saya di khabarkan ada beberapa teman yg sudi menemani perjalanan ini..

Sedikit perenungan dari kalian, jadikan pedoman dan bermakna buat yg mahu berjalan dan terus berjalan..namun..sayang, tak begitu ramai yang berusaha sungguh -sungguh menuju ketuhanan..

Beruntunglah mereka yang dibimbing dan ditunjukki dengan liku-liku jalan yang sering rebah dan bangun dalam perjalanannya menuju kehampiran dengan Allah, dengan pengalaman dan pengajaran yang penuh dengan hikmat dan keindahan ini.

Syuhud dan Musyahadah..saling berkaitan antara istilah dengan pengertian. Musyahadah erti nya Menyaksikan Yang bersangkutan dengan Syuhud. Erti Syuhud itu tilik iaitu pandangan Mata Hati..

Kita tidak mampu melihat terus matahari, melainkan menggunakan cermin gelap dan sbgnya.. dengan kehendak tuhan sudah semestinya tiada mustahil bagi-Nya... akan tetapi kehendak manusia terbatas adanya.....

Bilakah masanya kita bersyuhud / Musyahadah..?? adakah semasa pengalaman perjalanan keruhanian bertemu dgn beberapa alam yg rendah, halusinasi, kekuatan alam, kekuatan jin dan syaitan? Alam ini semuanya masih lagi termasuk dunia syahwat..
Ertinya, setiap apa yg boleh dan mampu kita persepsikan dalam dunia perjalan keruhanian menuju ketuhanan ini, kedudukannya adalah sama sahaja dgn qasat mata ini, kerana semua itu adalah ciptaan-Nya jua...sedangkan yg kita tuju adalah sesuatu yg tidak mampu kita persepsikan oleh fikiran dan perasaan.

Memang benar, walaupun Malaikat di jadikan dari cahaya, namun semasa mi’rajnya Baginda Mulia, Jibrail berhenti seketika tanpa IzinNya dan RahmatNya, melainkan memberi laluan kpd Baginda Mulia RasulAllah saw terus ke Sidratul Muntaha bertemu-Nya...

Islam juga dihadirkan untuk meluruskan persepsi tentang Tuhan ( Tauhid )..

Tilik yg satu kpd yg banyak, tilik yg banyak kembali pda yg satu..mudahan Allah membimbing kita, dan..

.. ( ada suatu cerita ikan itu dah mati ( di jadikan bekalan makanan ) dan dihidupkan kembali semasa perjalanan Nabi Allah Musa as bersama muridnya Yusya bin Nun demi mengikiut perintah Ilahi untuk menpelajari Ilmu ( Al Kahfi : 70 - 82 ) ..penerangan ilmiah yg mesti di hayati..

Ya Allah Maha memberi Pertunjuk, Hidayah dan Maha Mengetahui segala sesuatu....erti perjalanan demi perjalanan yg di paparkan di sini bukan bermaksud perjalanan biasa, tetapi perjalanan keruhanian..istilah salik, wasil dsbgnya..saya juga tidak berniat mengajar .. mengajak anda untuk memasuki dunia perjalanan keruhanian ini, tetapi yang cuma mahu berkongsi pengalaman bukan sekadar bicara tetapi dengan melalui perenungan (Iqra') " YANG MENGAJAR ( MANUSIA ) DENGAN PERANTARAAN QALAM. DIA MENGAJARKAN MANUSIA APA YANG TIDAK DI KETAHUINYA" (AL 'ALAQ : 4-5 ).

dan melalui pentafakuran (Pengembaraan Nurani) merasai akan " Ihsan " Firman Nya " Yang melihat kamu ketika kamu berdiri ( untuk solat ) dan ( melihat pula ) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ". ( Asy Syu'ara : 218-220 ).

..yang terus dan sungguh-sungguh yakin di atas janji Nya Allah Firman Allah swt " Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuinya. ( QS Al Insyiqaaq : 6)..serta permohonan do'a serta penyerahan.

Firman Allah SWT " Dan mintalah pertolongan ( kepada Allah ) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sunnguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. ( Iaitu ) orang-orang yang meyakini, bahawa mereka akan menemui TuhanNya, dan bahawa mereka akan kembali kepadaNya". ( AL Baqarah : 45-46 ).

" Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepadaNya dengan rasa takut ( tidak akan di terima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik ". ( QS Al A'raaf : 54 - 56 )

Banyak perjalanan keruhanian sering mengaitkan perumpamaan Nabi Musa as pengsan..ketika saat Allah mentajallikan ( DzatNya ) / menampakkan wujud Diri-Nya..

seperti FirmanNya " Dan tatkala Musa datang ( untuk munajat ) dengan Kami, pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman ( langsung ) kepadanya. Berkatalah Musa: ' Tuhanku, nampakkanlah ( diri Engkau ) kepadaku. Agar aku dapat melihat kepada Engkau'. Tuhan berfirman : ' Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tetapi melihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya ( sebagaimana sedia kala ) nescaya kamu dapat melihat-Ku.' Tatkala Tuhannya nampak bagi gunung itu, kejadian itu menjadikan gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pengsan, maka setelah Musa sedar kembali dia berkata: ' Maha Suci Engkau, dan aku bertaubat kepada kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.." ( Al A'raaf : 143 ).

Yang menarik bagi peristiwa ini di antara munajat kepada pertemuan secara nyata ( langsung ) Nabi Musa as ini di hubungkan dgn pembahasan mengenai keadaan " kefanaan " manusia dan alam...apakah sekadar itu sahajakah yg dapat kita pelajari, mengamati, mengkaji dan merasai..??

Mari kita berjalan di alam keruhanian...Bukit Tursina masih ada lagi sekarang ini..dan SETELAH SEDAR KEMBALI ( memasuki realiti dirinya sebagai manusia dan alam ) lalu dia berkata " Subhanaka tubtu ilaiika wa anna awwalul mu'minin " Maha suci Engkau dan aku orang yg pertama-tama beriman"....

Tiada satupun manusia yang mampu mengantar Ruh manusia lain menuju ke Hadrat Allah 'azza wajalla. Segala-galanya milik Allah SWT.

Manusia tidak boleh melihat akan Dzat, tetapi menyaksikan ( Musyahadah ) / syuhud atas Kebesaran Dzat itupun di atas IzinNya dan RahmatNya..
andaikata orang yg pengsan, dia pastinya ( kebingungan ) tidak akan tahu apa sebenarnya yg terjadi semasa ia keadaan pengsan..tetapi Nabi Musa sedar dalam pengsan ( kefanaan )..Nabi Musa telah bermusyahadah dengan Allah swt dgn matahatinya ( basirah ) pandangan batinnya terlalu asyik dengan Allah swt.

Syeikh Ahmad bin 'Athaillah, didlm Al Hikam mengatakan " Tiada sesuatu benda yang menghijab engkau dari Allah, tetapi yg menhijab engkau adalah persangkaanmu tentang adanya sesuatu di samping Allah, sebab segala sesuatu selain dari Allah itu pada haqiqatnya tidak maujud ( tidak ada ), sebab yang wajib ada hanya Allah, sedang yg lainnya terserah kpd belas kasihan Allah untuk di adakan atau ditiadakan.

AlHaq iaitu Allah SWT, tiada terhijab oleh sesuatu apapun, sebab tidak mungkin adanya sesuatu yang dapat menghijab Allah Ta'ala,sebaliknya manusialah yang terhijab sehingga tidak dapat melihat adanya Allah. sebab sekiranya ada sesuatu yang menghijab Allah,bererti itu dapat menutupi Allah, dan andaikata ada tertutup bagi Allah, bererti Wujud Allah dapat terkurung, dan sesuatu yang mengurung itu dapat menguasai yang di kurung, padahal Allah Yang Maha Berkuasa di atas semua makhlukNya dan Dia " Laisa Kamathlihi Syai'un" bersalahan bagi segala yang baharu...

dan kesinambungan syuhud kita nanti..dengan hanya berserah diri kepada Allah sahaja, dan di atas IzinNya dan RahmatNya maka kita akan perolehi Pertunjuk dan HidayahNya..yang selama ini kita hanya menyangka ( zhan ), bahawa kasih sayang dan Kehebatan Allah itu mampu kita rasakan..sebenarnya itu hanya anggapan dan perasaan kita, bukan keadaan sebenar-benarnya, kerana rasa manusia itu terlalu kerdil untuk menggambarkan kenyataan kasih sayang Allah..FirmanNya " Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tidak mengetahui apa-apa, kemudian Allah memberi kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta fikiran (perasaan), supaya kamu bersyukur" ( QS An Nahl:78)...

Kita hanyalah saksi ( syahid ) atas pekerjaan Allah Yang Maha Sempurna..dan kita juga hanya diam terpaku dalam Kesibukan Allah ( Af'alullah )..Allah yang mengajar kita, Allah yang mengatur serta mencipta segala-galaNya... .

Ilmu di dalam Ilmu dan Ikhlas di dalam Ikhlas..hanya Allah yg Maha Mengetahui..Amin. Wallahu'alam.

Dialog cinta dan redha....

Dialog cinta dan redha ini terungkap sebelum Beliau menerima arahan dari Gabenur itu untuk menyembelihnya...

Hajjaj - Bagaimana aqidahmu sebagai pengikut RasulAllah ?
Sa’id - Beliau adalah Nabi pembawa Rahmat dan Rasul Allah yang telah duiutus ke seluruh alam dengan membawa ajaran nasehat yang paling sempurna.
Hajjaj - Bagaimana pendapatmu mengenai kekhalifahan ?
Sa’id - Itu bukan urusanku, setiap orang tahu tanggungjawabnya masing-masing.
Hajjaj - Apakah aku termasuk orang yg baik atau buruk?
Sa’id - Bagaimana aku mengetahui apa yg aku tidak tahu?
Hajjaj - Siapakah di antara mereka yg kamu sukai?
Sa’id - Orang yg paling di redhai Allah.
Hajjaj - Siapakah yg paling di redhai oleh Allah?
Sa’id - Allah sahaja Maha Mengetahui, Dia memegang hati manusia, dan mempunyai seluruh rahsia.
Hajjaj - Pada hari qiamat, aku termasuk golongan manusia bagaimana?
Sa’id - Aku tidak tahu perkara yg ghaib.
Hajjaj - Kamu tidak jujur padaku?
Sa’id - Aku juga tidak berbohong padamu.
Hajjaj - Mengapakah kamu tidak pernah ketawa ?
Sa’id - Kita akan di bangkit pada hari qiamat, setiap hari kita berada dlm fitnah dunia.
Hajjaj - Aku sekarang akan membunuh ( menyembelih ) kamu?
Sa’id - Penyebab kematianku sudahpun tertulis sejak dahulu.
Hajjaj - Aku lebih dicintai Allah dpd kamu?
Sa’id - Aku tidak mahu mendahului Allah, dan Allah Maha Mengetahui hal-hal yg ghaib.
Hajjaj - Kamu termasuk golongan penentang dan pembakang yg melawan kerajaan ini?
Sa’id - Aku tidak mahu terpisah dari jemaah, aku tidak menyukai fitnah dan apa yang telah di takdirkan. Aku redha dan tidak menolaknya.

Kemudian Hajjaj mengarahkan pengawalnya untuk mengambil sebahagian dari hartanya termasuklah emas,, perak dll, dan meletakkan nya harta tersebut dihadapan Sa’id.

Sa’id - Ini adalah harta yg baik jika kamu tunaikan syarat-syaratnya.
Hajjaj - Wahai penentang, khabarkan padaku apakah syarat-syaratnya?
Sa’id - Tukarkan ataupun belilah sesuatu dgn harta ini, yg dapat menyelamatkan kamu di hari qiamat nanti.
Hajjaj - Apakah yg kami kumpulkan sekarang tidak berguna?
Sa’id - Tentu kamu lah yg tahu kegunaannya.
Hajjaj - Apakah perkara atau benda yg kamu suka?
Sa’id - Apa yg disukai Allah, itulah yg aku suka.
Hajjaj - Binasalah kamu yg suka memecah belahkan kaum muslimin.
Sa’id – Kebinasaan hanya bagi orang yg telah di jauhi dari syurga Allah dan akan dilemparkan kedlm neraka-Nya.
Hajjaj - Katakan lah kpdku bagaimana caranya aku harus membunuhmu?
Sa’id - Terserah, ikut saja cara kemahuan yg kamu suka.
Hajjaj - Masih ada peluang..mohon ampun padaku?
Sa’id - Ampunan milik Allah, ampunan darimu tidak bermenfaat sedikitpun.
Hajjaj - ( Sambil berteriak )..memerintah pengawalnya ( algojonya )..Bunuh dia..bunuh dia.

Sambil di bawa keluar oleh algojo ( pengawal yg bengis dan kejam )..wajah Sa’id kelihatan begitu tenang dan tersenyum sehinggakan menarik perhatian Hajjaj..

Hajjaj - Mengapa saat kematianmu hampir tiba, kamu masih tersenyum?
Sa’id - Aku bersyukur pada Allah, aku mengagumi keputusanNya, aku tersenyum merasa kasih sayangNya padaku, memilih aku..Hebat dan AgungNya Allah.
Hajjaj - Serunya..Algojo sekarang penggal dan sembelihlah lehernya..orang yg memecah belahkan kaum muslimin ini.
Sa’id - Izinkan aku bersolat dua rakaat..
Hajjaj - Ia pun memberi peluang buat kali terakhir kpd Sa’id.

Selesai memberi salam, Sa’id pun membaca ayat dari Surah Al An’am: 79..bermaksud “ Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kpd Allah swt yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukan termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.”

Hajjaj - Palingkan wajahnya dari qiblat, arahkan wajahnya ke qiblat org-org Nasrani kerana dia telah memecah belahkan kaum muslimin dan telah menimbulkan perselisihan di antara mereka..

Maka wajah Sa’id dipalingkan dari arah qiblat..sambil itu, Sa’id sempat lagi membaca sepotong ayat dari Surah Al Baqarah : 115..bermaksud “ Kemana pun kamu palingkan wajahmu, di situ akan menemui Allah “..

Hajjaj – “ Telungkupkan wajahnya ke tanah! Kita bertanggungjawab atas perbuatannya yg terlihat “.
Sa’id - ( yang begitu tenang ) sempat lagi membaca..” Darinya ( tanah ) Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan dan darinya Kami akan mengeluarkan pada waktu lain ( Thaaha: 55 )..

Hajjaj – Bunuh dia sekarang..penggal lehernya sekarang..
Sa’id – “ Aku bersaksi atas perbuatan ini. Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahawa Muhammad itu utusan Allah..wahai Hajjaj, Ingatlah!! Jika nanti pada hari qiamat aku berjumpa dgnmu, aku akan menuntutmu. “

Setelah itu hukuman pancung sampai mati pun dijalankan, dan Sa’id pun mati syahid kerana begitu teguh keyakinan dan pendirian istiqamahnya dalam mempertahankan cinta hanya kepada Allah swt.

wallahu'alam.

Jumaat, 19 Februari 2010

Kewajipan menuntut ilmu Fiqh, Tauhid dan Tesawuf

Di atas IzinNya dan RahmatNya..Alhamdulillah syukur kita bagi segala nikmat kurniaanNya...

Allah Dzat Yang Maha Agung, Dzat Yang Maha Mengetahui segala sesuatu...

Di dlm hidupnya makhluq yg bernama manusia akan di nilai ataupun kebanyakkannya melakukan setiap perilaku peribadatan mahupun amalan kerana nilai..menyebut mengenai pengertian “ nilai “ disini mudah buat kita memahami...sesuai dgn hadith Nabi:

“ Sesungguhnya segala perbuatan itu di sertai niat. Dan seseorang diganjarkan sesuai dengan niatnya.” ( HR. Buqhari Muslim ).

Dlm hadith tersebut jelas dan nyata, setiap perilaku mempunyai dasar tujuan ( niat ), dan jika niat itu masih bersifat relatif, maka nilai tersebut akan tergantung kpd dasar yg di guna pakai ataupun halatuju perilaku tersebut.

Setiap perilaku dlm peraturan samada bersolat, dzikir dll.. agama Islam sangat menekankan orientasi niat yg jujur benar berpaksikan “ Lillahi Ta’ala “... Niat yang ikhlas adalah semata-mata mendapatkan keredhaan Allah SWT.

Lafadz niat yang masyhur di kalangan para ahli sufi ialah " Illahi anta maqsudi waridhaka matlubi ", maksudnya " Tuhanku, tiada lain yang ku maksudkan, dan keredhaan Engkaulah yang ku cari."

Apa yang berlaku, ramai di kalangan penuntut Tasauf telah subahat dalam mencari keredhaanNya. Mereka inginkan kelebihan dalam bentuk maqam seperti menjadi para auliya', Sultan Auliya', penghubung dengan Imam Mahadi, setiausaha wali-wali, khalifah, syeikh, karamah, kasyaf, firasat, perubatan, bersahabat dengan auliya' yang ghaib, dengan Jin, malaikat dan sebagainya. Justeru itu mereka mencari dan menilai kehebatan dan kebenaran Guru berdasarkan hal-hal tersebut.

Disinilah ( pada permulaannya ) sudah rosak, apabila permulaannya tidak betul ia akan berakhir dengan natijah yang tidak betul. Niat-niat yang seperti itu tidak lain adalah niat mencari keduniaan. Ia tidak lari dari perasaan inginkan kemasyhuran atau dimuliakan oleh manusia. Apabila niatnya bersubahat dengan hal-hal dunia, ia tidak akan mendapat natijah yang benar. Apabila ia berzikir, zikirnya tidak akan membentuk sifat hati yang mulia sehingga tersingkap hatinya dengan rahsia Tuhan, ia terhijab dengan nafsu kebodohannya dengan nilai yang rendah dalam kaca mata para 'ArifbiLlah.

Biasanya para murid yang mempunyai perasaan seperti ini berada dalam martabat nafsu ammarah, lawammah dan malhamah. Apabila niat ingin mencari , mendapatkan hasil serta ganjaran yg terurat mahupun tersirat, mereka sebenarnya telah membuka pintu laluan mudah kepada syaitan untuk masuk ke dalam jiwanya sehinggalah ia membawa pengamal zikir tersebut kepada penyelewengan tanpa disedari.

Di sinilah peranan-peranan para Sheikh Mursyid, guru-guru yang haq wajib menutup pintu tipu daya syaitan yang ada pada muridnya yg terjebak dengan alam –alam halusinasi, dsbnya.. tidak menunjuk atau menceritakan kelebihan apa-apa yang dikurniakan Tuhan, serta melarang hal ini dibicarakan kerana bimbang tercedera hati para muridnya dalam menuju KeTuhanannya.

Tegas sekali, dlm Islam mewajibkan “ niat “ di dahulukan kerana Allah,... sebagai tanggungjawab penghambaan kepada Khaliq-nya.

Telah berkata Ibnu 'Athaillah, " Barangsiapa yang ingin manusia mengetahui kelebihan yang ada pada dirinya, dia tidak ikhlas dalam menuju pada Allah SWT."

Wallahu’alam.